Daripada Abu Hurairah Rasulullah s.a.w bersabda “Sesiapa yang Allah mahukan kebaikan baginya, Dia (Allah) memberikannya kefahaman dalam Ad-Din” [Riwayat Bukhari dan Muslim]

Pages

28 April 2009

PERMULAAN STUDY FLUID MARINE


aku memilih jawapan
memilih kepastian di sebalik jawapan
mengharapkan jawapan yang benar-benar
menjawab persoalan
persoalan hati dan kakacauan jiwa

aku menilai jawapan tersedia
memilih jalan yang terbaik
yang terbaik yang tidak menyesatkan
entah mengapa begitu sukar membuat pilihan
syakwasangka memberikan begitu banyak persoalan

aku meneliti pilihan hati
pelbagai situasi perlu dijangka
yang buruk yang baik bakal menjelma
memastikan pilihan benar-benar terbaik
kerana bulatnya satu keputusan
menghindarkan emosi kekecewaan jiwa
penyesalan itu tidak berguna
pendirian perlu sejiwa dengan pilihan

(MEREPEK)



26 April 2009

hati



Karya mengarut yang baru dijumpai


Aku memerhatikannya dari jauh

Kekadang memandangnya dari dekat

Walau hanya sekilas pandang

Adakala melihatnya ketawa

Adakala melihatnya serius

Adakala melihatnya gusar

Namun aku tidak jemu memerhatikannya

Tidak puas memandangnya

Menambah inspirasi jiwa

Tanpa ada siapa yang tahu

Kecuali Yang Maha Tahu

Perlukah dia tahu

Atau sudahkah dia perasan lalu

Berpura-pura tidak tahu

Duhai diri..

Mengapa perlu memandang si dia

Mengapa perlu menyukai si dia

Mengapa perlu mengenali si dia

Mengapa perlu bersembunyi

Mengapa perlu memendam perasaan sendiri

Duhai si dia..

Adakah kau benar-benar orangnya

Yang perlu aku suka

Adakah kau benar-benar tidak tahu

Yang dirimu diperhatikan

Adakah kau benar-benar mengerti

Jika aku luahkan segalanya

Adakah aku benar-benar layak untukmu

Biarlah takdir mementukan semuanya

Kerana kuyakin Yang Maha Tahu itu

Akan berikan yang terbaik untukku

Terbaik untuk dirinya

aku yang addicted to air teh


Teh

Dedaun teh ( camellia Sinensis ) ditakrifkan sebagai minuman yang meransang penghadaman manusia .

Teh mengandungi kandungan kimia iaitu kafin , asid tanik , vitamin A , B2 , C , D dan P , manganese , dan minyak aromatik . Kandungan kimia teh berkesan dalam merawat pelbagai penyakit .Kafin adalah sejenis bahan peransang yang seandainya tidak diambil secara keterlaluan boleh memupuk kesedaran . Individu yang mengalami pening-pening untuk satu tempoh yang panjang selepas bangun dari tidur patut mencuba petua meminum teh kerana ia pasti mujarab . Secawan teh panas boleh menajamkan tumpuan serta mengatasi rasa mengantuk , dan mengendurkan ketegangan saraf-saraf otak .

Selain itu , satu darjah kafin yang memadai amat diperlukan dalam penyingkiran bahan-bahan buangan seperti melicinkan pengaliran air kencing serta menghalang kehadiran unsur-unsur beracun dalam hati . Justeru , peminum teh hijau jarang mengidap penyakit batu karang atau penyakit yang berhubungan dengan buah pinggan . Penyelidikan saintifik menunjukkan bahawa asid tanik memusnahkan racun-racun alkaloid serta berperanan sebagai satu antidot menentang kesan-kesan sampingan lemak dan minyak yang memudaratkan . Asid tanik juga meransang pencernaan makanan . Selain itu , asid tanik juga memusnahkan beberapa jenis bakteria berbahaya di samping berfungsi sebagai antidot meredakan kenaikan suhu badan akibat cuaca panas .

Penyelidikan yang rancak dijalankan membuktikan teh turut mengandungi pelbagai jenis vitamin . Buktinya kaum nomad yang rata-ratanya bergantung kepada teh bata sebagai minuman utama dan amat jarang memakan buah-buahan masih menerima khasiat vitamin C yang memadai menjalani kehidupan yang sihat .

Teh yang mengandungi minyak aromatik dipercayai memainkan peranan penting menenangkan urat saraf , menyalurkan oksigen kepada organ-organ badan , di samping meransang minda dan pernafasan . Tegasnya beberapa cawan besar teh hitam yang pekat dengan campuran sejumlah gula , dipercayai mempunyai kemujaraban yang segera ke atas batuk , suara serak dan sakit kerongkong .

Sarat Khasiat (dipetik dari artikel indonesia)

Dari hasil penelitian, diketahui teh mengandung senyawa organik utama yang dinamakan polyphenol. Teh hitam juga mengandung polyphenol tetapi tidak sebanyak teh hijau. Senyawa antioksidan ini bisa mencegah kanker, sakit jantung, stroke, memperlancar sistem sirkulasi, menguatkan pembuluh darah, menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan membantu penambahan jumlah sel darah putih yang bertugas melawan infeksi. Polyphenol ternyata juga mengurangi pembentukan plak gigi dan mempengaruhi kerja bakteri mulut. Bahkan hasil penelitian University of Kansas yang dipresentasikan di American Chemical Society, menyatakan bahwa teh hijau 100 kali lebih efektif untuk menetralisir radikal bebas daripada vitamin C dan 25 kali lebih ampuh dari vitamin E.

Selain polyphenol, di dalam teh terkandung sejumlah vitamin B, C, E dan kandungan vitamin B dalam teh sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan yang terdapat pada serealia dan sayur. Vitamin C-nya pun lebih tinggi dari buah apel, tomat, atau jeruk. Bila anda minum dua cangkir teh, itu sama banyaknya dengan anda menelan vitamin C dari segelas besar jus jeruk murni.
Seorang peneliti dari Belanda menyatakan bahwa orang yang minum empat sampai lima cangkir teh hijau sehari, 70% terhindar dari serangan stroke daripada orang yang hanya minum dua cangkir atau tidak sama sekali. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi teh hitam menghindarkan orang dari serangan jantung.

“Kunci utamanya terletak pada flavonoid” kata John Folts, dari University of Wisconsin Medical School’s Coronary Artery Thrombosis Research and Prevention Center. Ia menemukan adanya flavonoid dalam teh hitam yang mampu mencegah penggumpalan trombosit, mencegah pembekuan yang bisa menimbulkan serangan jantung atau stroke.

Melawan Kanser

Selain banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran, minum teh jelas merupakan cara murah dan praktis untuk mengurangi resiko terkena kanser. Seperti kanser perut dan usus (perut, usus kecil, pankreas, dan usus besar), kanker paru-paru, kanker rahim termasuk kanker payudara. Para peneliti dari Case Western Reserve University of Cleveland, Amerika menemukan bahwa minum teh hijau berarti anda sudah mengurangi 90% kemungkinan terkena kanker kulit. Peneliti di Medical College of Ohio di Toledo, Amerika menemukan bahwa teh hijau mengandung EGCG (epigallocatechin – 3 gallate). Zat inilah yang menghalangi urokinase, enzim yang vital untuk pertumbuhan kanker. EGCG ini menempelkan diri pada urokinase sehingga zat ini tidak dapat menyerang sel tubuh untuk membentuk tumor.

Namun para dokter ahli dari Center for Alternative Medicine di University of Texas, Amerika mengingatkan untuk hati-hati memanfaatkan teh hijau sebagai penangkal utama bagi penyakit-penyakit serius. Soalnya hasil penelitian mereka menyatakan bahwa tidak semua jenis kanser dapat dicegah dengan teh, melainkan kanser jenis tertentu saja karena penyebab kanser macam-macam.

Yang Baik dan Buruk
1.Riset di Amerika mengungkapkan bahwa minum satu sampai empat cangkir teh hijau baik sebagai dosis preventif terhadap kanker.
2. Minum teh lebih dari lima cangkir sehari meningkatkan resiko kanker pankreas
3. Teh mengandung kafein (meski tidak sebanyak kopi), jadi bisa menyebabkan insomnia (susah tidur)

25 April 2009

..malam tu..

fikiranku
bukanlah seserabut mana
hanyalah sedikit celaru

Perasanku
bukanlah sekacau mana
hanyalah sedikit celaru

kegembiraanku
bukanlah selalu constant nilainya
maybe mengikut masa ketika
Bukanlah selalu dapat terpancar
maybe mengikut situasi..(cam lagu Bunkface)

aku memikirkan hal itu
kenapa itu kenapa ini
sehingga aku tau
jawapan itu ..biarlah
kita sendiri yang merasa penat lelahnya
kita sendiri yang menilai baik buruknye
kita sendiri yang menyoalnya

tumpahnye perasaanku



huhuhu..
i'm studying electronic now for my final
sngt2 xde mood
why??
maybe because aku memng xngam sngt
dengan elektonik ni
bak kate org..xknal maka xcinta..
klau elektronic ni..xcinta maka xkenal..hehe
kalau nak study differential equation pun..
lagi tension kalau xdapat buat soklan
HUh...What happen to me actually??

Aku mengenangkan masa lalu ku
Yang penuh dengan sia-sia..

Eh...sia-sia ke..
Aku punya test..i think it a little bit low
Em..I dunno what i'm doing right or wrong..
But I hope not that bad..
YaAllah..Najjihna fil'imtihan,,fiddun'ya wa filakhirah

Di dekat engkau aku tenang,,
Bahagia di akhir cerita(dengar lagu kris n melly)

Cinta??Teringat kisah silam lagi
Yang penuh dengan pura-pura
Kasihan pada orang itu
Kasihan pada orang ini
And lastly aku yang Kasihan pada diri sendiri

Hmm...back to the issue..
What happen to me?
Tertutup sudah pintu..pintu hatiku(lagu Agnes)
Tertutup ke hatiku untuk menjadi seorang pelajar yang rajin

Terkenang pada kisah Silam
Penuh gilang gemilang
Jika dulu aku begitu giat
menyempurnakan segala hal
Kini...aku begitu liat
meng'awalkan segala hal

Tapi..
bila difikirkan kmbali
telah bnyk juga pengorbanan ku
untuk mereka

Siapa mereka?
Wajah2 kesayangan hamba(teringat malam sendi)
Teman2 ku di kelasku tersayang
Walaupun mereka banyak membuli aku
Namun
Entah mengapa
Aku senang berteman dengan mereka
Dan aku tau mereka menyayangi aku
HEhehe
Perasan

Love is everywhere
Not just for special relationship
My love is for the friendship
Because I value them
As they all valued me
Appreciate what we have
Is the Important thing in life
Cause we dont know
How long the thing we have stay with us
Fate...we dont know anything about it
Qada' and qadar..only on His will



















16 April 2009

HARAPAN

Mengapa manusia sering menyemai harapan yang tidak pasti?

Mengapa kita selalu menjadi mangsa kepada sebuah harapan yang bukan milik kita?

Mengapa kita sering gagal dalam merealisasikan sebuah harapan?

Mengapa kita tidak bijak mengelak diri daripada terlalu mengharap?

Kita adalah manusia..

Yang hanya mampu merancang dan menanti ketentuan Tuhan..

Alangkah besarnya kuasa Tuhan..

Siapalah kita untuk merungut jika harapan tidak kesampaian..

Hanya mampu belajar dari kegagalan dan membina harapan bersandarkan impian..

Alangkah perit jika kita tidak dapat memenuhi harapan orang lain..

Alangkah sedih jika usaha dan keupayaan tidak difahami oleh orang lain..

Kita adalah manusia…

Tidak berkuasa untuk menghukum sesiapa, memaksa sesiapa, mengubah nasib sesiapa..

Janganlah terkilan jika harapan kita tidak tercapai disebabkan orang lain..

Kerana sebenarnya harapan adalah sekadarnadi keyakinan..

Satu ketidakpastian..

Untuk sebuah kehidupan.


-fAfA-

wasiat lukman al-hakim

Wasiat turut memainkan peranan yang penting di dalam berdakwah. ‘Bapa’ memikul tugas yang amat berat untuk memelihara kebahagiaan keluarga yang terdiri dari isteri dan anak-anak. Kita telah dihidangkan oleh Al Quran bagaimana Luqman al-Hakim mendidik anaknya. Dan sebagaimana yang dimaklumi sebuah surah khusus di dalam Al Quran diberi nama dengan nama Surah Luqman.

Abd.Rahman Hassan Al Maidani berkata di dalam bukunya ‘Fiqh Dakwah’ bahawa di sana terdapat 14 jenis permasalahan yang dapat dipelajari melalui kisah Luqman mendidik anaknya melalui ‘wasiat’. Oleh itu marilah sama-sama kita menilai wasiat tersebut yang mengandungi 14 permasalahan penting buat umat Islam selepas ini.

U/P :

1. Tulisan berikut selepas ini berdasarkan terjemahan dan olahan melalui buku karangan Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Abd.Rahman Hassan Al-Maidani yang tersebut di atas.
2. Untuk memudahkan anda,sila rujuk terjemahan/tafsir Al Quran bagi ayat 13-19 Surah Luqman.

Permasalahan Pertama:

Perkara pertama yang diajar oleh Luqman kepada anaknya ialah jangan Syirik kepada Allah s.w.t.. Disebutkan di dalam wasiat ini, bahawa syirik kepada Allah s.w.t. adalah kezaliman yang amat besar. Mengapa? Kerana ia mengandungi syirik terhadap Rububiyatullah (Allah Yang Maha Berkuasa memelihara alam semesta ) dan syirik terhadap Uluhiyatullah (Tidak ada tuhan yang disembah melainkan Allah). Atau dengan ertikata lain, mempersekutukan Allah s.w.t. dengan sesuatu lain yang juga mampu memelihara alam semesta dan mempersekutukan Allah s.w.t. dengan sesuatu yang lain yang juga layak untuk disembah. Inilah Syirik!!!

Meskipun syirik terhadap Uluhiyatullah lebih ringan dari syirik terhadap Rububiyatullah, akan tetapi Allah s.w.t. tidak akan mengampuni dosa orang yang mati dalam hal demikian!

Syirik sebesar-besar kezaliman. Zalim pula bererti meletakkan sesuatu bukan di tempat yang sepatutnya. Lagi sekali kita ingin mengajukan soalan. Mengapa syirik dikatakan zalim? Telah disepakati, bahawa Allah s.w.t.lah yang menciptakan makhluk semesta alam. Allah s.w.t. jua yang menurunkan nikmat. Adakah layak kita samakan kekuasaan Allah s.w.t. ini dengan sesuatu kuasa yang lain? Jika ada di kalangan manusia yang menyamakan kekuasaan Allah s.w.t. dengan kuasa yang lain maka ia telah melakukan kezaliman!!!

Allah s.w.t. sahaja yang layak disembah dan diagungkan kerana apa yang dilakukan-Nya itu tak mampu dilakukan oleh kuasa lain. Tetapi jika kuasa lain yang diagungkan, maka inilah kezaliman. aitulah meletakkan sesuatu bukan di tempat yang sepatutnya.

Inilah yang diperkatakan melalui ayat 13 surah Luqman yang bermaksud:

“Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah s.w.t.. Sesungguhnya mempersekutukan Allah s.w.t. itu adalah kezaliman yang amat besar.”

Permasalahan Kedua:

Luqman mengajar anaknya supaya bersyukur kepada Allah s.w.t. di atas anugerah nikmat-Nya yang tak terhitung luas dan banyak. Dan kesyukuran mengandungi erti: Balasan perbuatan yang indah dan baik dengan perbuatan yang juga baik dan indah. Termasuk di dalam erti kata syukur ini ialah beribadah kepadaNya dengan melakukan ibadat-ibadat seperti yang disyariatkan, mendekatkan diri kepadaNya, menuntut keredhaan-Nya dan memuji-Nya serta menghadapkan diri dengan berdoa kepadaNya yang Maha Esa.

Memuji lebih umum dari bersyukur kerana hak mutlak kepujian itu diberikan ke atas yang dipuji pabila bersifat dengan sifat atau sifat-sifat yang baik. Hatta yang dipuji itu tidak melakukan sesuatu kebaikan terhadap pemuji. Dan peringatan ‘kesyukuran’ kepada Allah s.w.t. ini dikaitkan dengan pembalasan pada Hari Qiamat. Jika sekiranya kesyukuran itu kepada Allah s.w.t.,maka akan mendapat balasan pahala dan jika sebaliknya akan mendapat balasan siksaan di atas kekufuran dan keingkaran.

Inilah yang diperkatakan melalui ayat 14 surah Luqman yang bermaksud:

“Dan kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibubapanya…Bersyukurlah kepadaku dan…Kepadaku tempat kembali.”.

Permasalahan Ketiga:

Luqman mendidik anaknya agar berterima kasih kepada ibubapa di atas susah payah dan jerit perih mereka membesarkan dan mendidik anak dengan segala macam pemberian dan kebaikan untuk anak tersayang. Tunaikan hak keduanya terutama kepada ibu. Kerana ibu bersusah payah menanggung penderitaan bermulanya dari proses mengandung sehinggalah melahirkan anak,menyusu sehingga tamat tempoh berakhirnya penyusuan selama 2 tahun dan mentarbiyah anak siang dan malam.

Sesungguhnya ketaatan kepada ibubapa walaupun berlainan agama adalah wajib diikuti kecuali pabila disuruh mengerjakan maksiat dan meninggalkan amal ibadat yang disyariatkan oleh Islam. Maka ketika itu haram mentaati perintah itu.

Lihatlah tingkatan terima kasih (syukur) yang ditonjolkan melalui wasiat ini. Terima kasih/kesyukuran kepada ibubapa datang selepas syukur kepada Allah s.w.t.. ‘Logiklah’ bahawa ucapan terima kasih/syukur ini pertama-tamanya buat Khaliq (pencipta). Selepas itu barulah diikuti pula buat makhluk yang didahului oleh ibu bapa yang tercinta.

Inilah yang diterangkan melalui ayat 14 surah Luqman yang bermaksud:

“Dan kami wasiatkan (perintahkan)kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapanya. Ibunya mengandungnya dengan menderita kelemahan di atas kelemahan dan menceraikan menyusu dalam 2 tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada ibu bapamu! Kepadaku tempat kembali”

Permasalahan Keempat:

Luqman mendidik anaknya dengan mencegah anaknya dari mentaati ibubapa yang mendesak atau mengajak supaya mensyirikkan Allah s.w.t. dan segala macam perbuatan maksiat yang dilarang Allah s.w.t.

Akan tetapi sebagai anak,ibubapanya harus dilayani ,ditemani dan digauli dalam suasana yang penuh kebahagiaan dan kasih sayang. Anak juga harus melakukan kebaikan kepada mereka berdua seperti menjaga hal ehwal kewangan,menghormati dan berkhidmat kepada mereka.

Inilah yang diterangkan melalui ayat 15 surah Luqman yang bermaksud:

“Dan kalau keduanya memaksa engkau supaya mempersekutukan Aku, apa yang tiada engkau ketahui ,janganlah dituruti;dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan secara patut”

Permasalahan Kelima:

Luqman menasihati anaknya agar melalui jalan yang dilalui oleh mereka yang kembali bertaut kepada Allah s.w.t. dengan keimanan, ketaatan dan meredah jalan yang lurus (jalan yang Allah s.w.t. anugerahkan nikmat kepada mereka).Bukan jalan yang dilalui oleh mereka yang dimurkai Allah s.w.t. dan mereka yang sesat!

Mereka yang kembali kepada Allah s.w.t ini terdiri dari kalangan para Rasul, Nabi, orang benar dan sesiapa sahaja yang mengikuti mereka dengan keikhsanan dari kalangan orang mukmin.

Inilah yang diterangkan melalui ayat 15 surah Luqman yang bermaksud:

“Dan turutlah jalan orang yang kembali kepadaKu “

Permasalahan Keenam:

Luqman berpesan kepada anaknya supaya melakukan ‘pemerhatian’ tentang Hari Qiamat,urusan al- Qadha’,pembalasan amalan serta melakukan pemerhatian terhadap segala arahan menyuruh dan meninggalkan sesuatu perkara di dalam menongkah arus dunia ini.

Inilah yang diterangkan melalui ayat 15 surah Luqman yang bermaksud:

“Nanti kamu akan kembali kepadaKu dan akan Aku beritakan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”

Permasalahan Ketujuh:

Luqman menerangkan kepada anaknya akan ’syumul’nya Ilmu Allah melewati ilmu manusia. Allah s.w.t. bebas melakukan apa sahaja tanpa ada halangan. Allah s.w.t. mendatangkan sesuatu yang diinginkanNya dari segenap tempat yang tak mampu dibuat oleh makhluk.

Sesuatu kebaikan,kejahatan,kezaliman dan kesalahan yang diumpamakan seperti berat biji sawi walaupun tersembunyi jauh di dalam batu atau jauh berada di tempat yang tinggi seperti langit atau jauh berada di sedalam-dalam tempat seperti di dasar bumi akan didatangkan oleh Allah s.w.t. jua pada Hari Qiamat untuk dihisab / dihitung dan diberi ganjaran dosa atau pahala.

Inilah yang diterangkan melalui ayat 16 surah Luqman yang bermaksud:

“(Kata Luqman): Hai anakku! Sesungguhnya jika ada (amal engkau) seberat biji sawi dan ada (tesembunyi) dalam batu,di langit atau di bumi ,itu akan dikemukakan oleh Allah dan Allah itu Halus (mengerti hal-hal yang halus) dan Cukup Tahu”

15 April 2009

physic=life

R = L/( µA)

Teringat Miss Chew Wai Peng..lecturer fizik kt matrik..

Rindula pulak..

Die kate equation ni cm prjlnn hidup kite.

R is reluctance leh disamekan ngn rintangan,cabaran &dugaan hidup.

Lis length of circumference leh disamekan ngn mase dlm hidup kte.

A is area leh samekn ngn luasnye pnglamn dan pngtahuan

µ is relative permeability leh samekn ngn keupayaaan dan sifat kite yg constant.

R berkadar terus ngan L :semakin pnjang hidup kite, smakin bnyk rintangn hidup yg prludtmpuhi

R berkadar songsang ngn A:semakin luas pngalamn dan ilmu kite,kite akn rase cabarn hidup tu mnjadi lebih senang.

L brkdr trus ngn A:smakin pnjng hidup kite,smakin bnyk ilmu dan pnglaman yg kte dpt.

Kesimpulannya, stiap orang mmpunyai cabaran dan dugaandlm hidup. Keupayaan dan sifat diri kite dlm mnangani reluctance ini tidak berubah dan tidak mngurangkan beban yg ade spnuhnye. Ilmu dan pngalamanlah yg mmbntu kite mnghadapi cbrn hidup ngn mudah.

lagu rasmi gayung

Dengan Bismillah mula dikata,
Mengingati kebesaran Allah yang mulia,
Kerana wajib telah ternyata,
Segala perbuatan haruslah diserta.

Seni Gayong payung pusaka,
Naungan aneka hikmat mulia,
Rahsia tersimpan di purbakala,
Ilham menyusun zahir semula.

Niatnya bersih baunya suci,
Berseru kepada putera dan puteri,
Agama yang mulia dijunjung tinggi,
Belalah bangsa, adat dan negeri.

Gayong bercantum bersatu padu,
Mengingatkan junjungan empunya seru,
Sama sendiri bantu membantu,
Selamat sejahtera hajat dituju.

hmm..smlm pergi dari majlis penyerahan tali pinggang and malam sehening seharum budi(SENDI09)..sangat seronok..time nak ambil tali pinggang tu berdebar rasenye.huhu.semua pun same.tali pinggang tu kan mlambangkan tanggungjawab yang digalas selaku anak gayung..bukannye setakat tande kite dah lulus ujian.entahlah..aku takut tak larat nak teruskan tanggunjwab sbb mcm xterlayan tnggungjwab yg lain..hmm..biarlah follow the flow.malam SENDi sangat best.makan siput..eh..bukanlah..siput kan haram(bak kate hang lebat).makan seafood.tp aku takde gamba pula..kalau ade majlis macamni..memanglah lagu rasmi gayung akan dinyanyikan..semalam actually aku xingt sngt..dah lame x join program..ginilah jawabnye.tp malam tu aku ingat siket..bersemangat nyanyi.

aku suke lagu ni..sebab lirik die..rangkap pertama je dah terkandung perkara yang sangat penting..menyebut bismillah sebelum mengawalkan sesuatu.memanglah kite perlu mengucap nama Allah dalam melakukan segala urusan supaya Allah merahmati dan memberkati segala urusan itu.Bismillah ini juga kunci segala kebaikan..insyaAllah

rangkap kedua rangkap kedua (tiru lagu adam)..melambangkan warisan melayu yang penuh dengan beraneka kebaikan dan hikmah.silat gayung salah satunye. kebaikan yang perlu dilihat dari luaran dan dalaman…melibatkan fizikal, emosi dan rohani.semoga seni silat gayung kekal, tak lekang dek panas, tak luput dek hujan.

Aku rase lagu ni terkandung banyak tuntutan..tuntutan agama Islam, tuntutan bangsa Melayu, tuntutan negara kita yang Alhamdulillah masih kekal merdeka, tuntutan adat Melayu..pengekalannya..Bak kate cikgu Mohd Noor, ‘atas nama survival Melayu’.

Part last ni aku suke sangat. Malambangkan kerjasama kita sesama ahli gayung tak kire di mana jua. dan juga mengingatkan kita kerjasama yang perlu diwujudkan sesama manusia.Mengingat junjungan empunya seru. Sama sendiri bantu membantu.selamat sejahtera hajat dituju.Jika kita bekerjasama dan mengamalkan apa yang dituntut sebagai orang Islam dan melaksanakan tanggungjawab yang lain..bantu membantu sesama kita, satu adat satu agama, tidak mustahil setiap perkara yang dirancang akan menjadi mudah, selamat dan insyaAllah diberkati dan dirahmati Allah..

07 April 2009

dan bila

7-4-09
smlm aku pergi msi
hm..lme xgi dah.
de zikir..sayu sngt hatiku..bacaan yg menyentuh jiwa
memng ramai yg tersentuh smpai mnangis smlm
Ya Allah, Ampunilah dosaku ini..
TUhanku.aku tak layak ke syurgaMu
namun tak pula aku sanggup ke nerakaMu
ampunkan dosaku terimalah taubatku
sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar..
banyaknye doseku..buakanlah hatiku untuk menerima hidayahMu..

lepas blik msi..trus gi azah buat boat
actually i dont agree sngt with the design
tp..diorng nk buat,knela ikut ksnangn dorg
aku nk pgang pisau pn dorg xbg
uhuhu
last2...mcm krande pn de aku nengok
hehe...
xpela..as long kitorg da kluarkn effort..
insyaAllah tak tenggelam..

04 April 2009

terkenang-tergelak

[you have 4 misscalls from Dr. Shahril]
[you have 2 misscalls from 0123456789]
[you have 1 message from 0123456789]

'OMG..dah banyak kali Dr. Shahril call aku. Kenapa aku ak dengar ek. Oh..silent mode seh.. Macamana pula nak dengar.Wah..sapelah yang empunya nombor ini..lawa gile'..Ifah menyoal dalam hati. Dia memang begitu. Seringkali mengsetkan silent mode untuk telefon bimbitnya. Dia baru saja lepas mandi..Kelas petang itu berakhir jam 6.15 petang. Sangat serabut. Sampai bilik pun sudah pukul 6.25 petang. Sampai-sampai saja, dia terus bersiap menunaikan solat, mandi, basuh baju dan study. Malam itu ada test Marine Hydrodynamic. Baru sekarang dia teringat untuk melihat handphonenya itu. Terasa bersalah pula. Baru dia teringat yang Dr. Shahril maybe akan ada masalah flight.

Ifah membaca mesej yang diterima.

[Ass.Angkatlah handphone!nak bgtau test anjak pukul 9 ni]

OMG..siapa pula ni..ada siapa2 yang pakai no. baru ke..hhu. Ifah memutuskan untuk menelefon saja orang itu. Fikirannya beranggapan yang mengirim sms itu student sepertinya. Rupanya anggapannya meleset. Yang ditelefon adalah Isteri kepada Dr. Shahril.Siap tahu namanya lagi. Oh..Dr. Shahril suruh beritahu test akan dianjak ke pukul 9. Ifah meminta maaf kepada Pn juwita.HUh. Satu kerja pula baginya untuk memberitahu yang lain2. sudahla belum study sangat ni. Ifah menelefon Taufiq menyuruhnya mengkhabarkan kepada jiran-jiran tentang hal itu. Nak call Dr Shahril ke?Ifah tidak mahu mengganggu pensyarahnya itu. DIa yakin Pn Juwita akan memberitahu Dr. yang dia telah maklum hal ini.

[Test kul 9 la]Ifah menerima mesej dari Hidayah. Eh, macamana pula dia tahu ni.Gaya Pn Ju tadi seperti aku seorang saja yang tahu rahsia ini. Haisy..penat saja aku kalut. Rupanya Dr Shahril call Hidayah lepas tak berjaya menghubungi Ifah. Ifah pelik. kenapa perlu bantuan isterinya pula. Habisla, Ifah merungut. Pasti dirinya sudah dipecat menjadi s.u kelas. Ni semua gara-gara silent handphone!

Ifah solat maghrib dan sambung study. Subjek Dr Shahril bukanlah mudah. Peratus lulus pn tidak sampai 50%. Dn Hidayah mengajaknya pergi awal ke fakulti. Ifah hanya bersetuju. Mereka duduk di luar bilik ujian. membincangkan soalan dan bercerita. Ifah membuka cerita tentang Pn Juwita. Sambil tu, Ifah terniat untuk meminta maaf dengan Dr Shahril. Guna SMS saja.
[Sorry Dr. Tak angkat call. Tadi tu saya kat toilet.]Ifah yakin Dr. akan faham. Maksudnya dia di toilet sewaktu Dr. call. Hidayah tergelak-gelak mendengar cerita. Sedang mereka bercerita, Dr menelefon Hidayah. 'Hah..ni mesti sudah malas nak dengar caller ringtone aku. Haha.Ifah bermonolog sendiri. Ifah tidak tahu yang ayatnya telah disalahtafsir.

Hari Isnin selepas itu, Kelas Dr Shahril bermula jam 11pagi.Ketika Dr. masuk, Ifah hanya senyum saja, sambil berharap tiada apa-apa yang diceritakan. Harapan Ifah meleset. Dr. Faizul bercerita mengenai test. soalan test yang Disediakan agak simple. Sebab dia sangat sibuk sebenarnya pada hari test itu. Dengan kejadian2 di Klang yang asyik sesat saja, penerangan yang bertukar-tukar, serabut. Flightnya delay ke pukul 6.30petang.Waktu itulah dia cuba menelefon Ifah, "...tapi malangnya Ifah tidak angkat2 call saya. Saya takut kamu menunggu. Saya pun suruh wife saya call.pun xangkat-angkat. Then saya call Nurul Hidayah. Nasib baik dia angkat. Kamu semua kena berterima kasih kat Nurul lah. Hehe. Lum habis cerita lagi. Pukul 8 tu baru saya dapat mesej dari Ifah. Dia kata sori dr. saya ada dalam toilet. Saya pun pelik apa dia buat dalam toilet lama2. Saya call dia 6.30 dia keluar pukul 8.Maybe tu care dia belajar." Muka Ifah mase tu memang merah. nasib baik dirinya tidakla putih. Dia hanya mahu menutup muka. Dia pun tergelak juga mengingati dirinya diceritakan begitu. Situasi di kelas semakin gamat. Semua ketawa.Huhuu..

"Sorila Ifah..Kita gurau-gurau je" Dr Shahril berkata selamba. Ifah menjatuhkan tangan dari mukanya dan hanya tersenyum mengangguk. Dalam hatinya dia berkata, 'Ni boleh buat saman malu ni.'Tapi dia mengaku dia juga bersalah.

[Ifah, harini saya ada buat kenduri sikit. Ajaklah kawan-kawan awak yang lain tolong-tolong saya]

Hubungan ifah dengan Pn Ju semakin serasi. Ifah telah meminta maaf sekali lagi dan memberitahu hal sebenar. Hehe..Oleh kerana Dr Shahril seperti bersalah kerrana memalukan Ifah, Pn Ju pun selalu mengajak Ifah ke rumahnya. Nasib baik Ifah ada kereta sendiri. Dan malam itu di rumah Dr Shahril, kelihatan seorang mamat yang unknown. 6orang rakan Ifah pun tertanya-tanya. Ifah kata, "biarlah.Tak luak nasi pun kalau mamat tu ada". Malas hendak memikirkan benda itu.

"Tulah Ifah,Fahmi. Ok tak? Sama tak dalam gambar?" Fahmi menoleh gadis yang sedang membasuh pinggan mangkuk.

"Oh..hehe..Maklong ni mula lah tu..Kan Fahmi dah kata..sabar.tapi saya dah siasat alamat dia dah.Nengok kat laptop Pak Long.dekat je. Esok saya nak pergi jumpa Parents dia."

Ifah yang buat-buat tidak dengar hanya terdiam. HUh..boleh pula dapat jodoh macam ni.Dia baru tahun 3. Apa pun, dia hanya menyerahkan semua pada takdir. Sudah tentula parentsnya akan bersetuju. Ok juga mamat tu. Asal pula dia berkenan kat aku. Kebetulan sangat. Ni semua sebab Dr Shahril la ni.Dia menoleh ke arah pemuda tadi. Tidak disangka Fahmi pun sedang memandangnya. Isy.pandangan mata terjoint pulak. Ifah hanya tersenyum malu dan menyambung pekerjaannya. Fahmi..boleh ke?Hehe.

03 April 2009

manufacturing process

esok saya akan menduduki ujian manufacturing process.
proses pembuatan untuk komponen2..
huh..banyak juga yang perlu dibaca..
well..subjek ni membuka minda saya untuk berfikir 'how this things been made?'
sebelum ni tak tahu apa-apa tentang proses pembuatan..
actually benda2 ni banyak dikaitkan dengan pembuatan makanan..
buat agar2,kuih samprit, maruku, karipap..hehe..
esok..topik yang diuji ialah casting and joining process.
casting process/tuangan..macam buat agar2..
cumenye yang dituang sekarang ialah molten metal..metal yang lebur..
bekasnye dipanggil sebagai mold..yang mempunyai cavity mengikut pattern product..
tapi kalau agar2 kita xperlu tutup bekas..
yang ni perlu tutup bekas...ade cope ade drag
dalam bahagian cope..ade corong untuk menuang..nanti xla tumpah2..
dipanggil sprue..dan molten metal disalirkan ke cavity melalui runner

aqil aqilah


Aqilah Nadia melihat-lihat keputusan Peperiksaan Pertengahan Tahun pelajar Tingkatan 5 sekolahnya yang ditampal di papan kenyataan. Namun, bukan namanya yang dicari dahulu. Sebaliknya, dia memfokuskan matanya mencari sebaris nama yang selama ini mencuri perhatiannya, yang dicemburuinya. Muhammad Aqil Iman bin Muhammad Hussein. Budak 5 Bijak Sekolah Menengah Kebangsaan Taman Universiti. ‘Dapat berapa A mamat tu? Nombor berapa dalam tingkatan?’ Itulah persoalan yang ligat di fikirannya sejak mengetahui keputusan peperiksaan telah dipaparkan. Mungkin ramai pelajar sekolah itu yang tidak suka keputusan mereka ditayang sebegitu.Tapi dia sangat suka, bukan untuk menunjuk keputusannya, tetapi untuk melihat keputusan orang lain dan membandingkan dengan keputusannya.


‘Dia dapat..4A1, 4A2, 2B. Nombor 20 dalam tingkatan. Then cari nama aku pulak..4A1,5A2,3B. Nombor 22.’ Huhu. Kalah lagi dengan mamat tu.


Sebenarnya, sudah lama Aqilah sakit hati dengan Aqil ni. Asyik dia je yang lebih cemerlang. Sebab tulah dia dapat duduk kat dalam kelas 5 Bijak tu. Satu-satunya pelajar Melayu yang ada kat situ. Aqilah tak dapat masuk sebab dia budak aliran Sains Agama. Subjek pun lain, susahlah kalau terpisah dengan pelajar yang sama aliran dengannya. Sekarang ni, semua mata melihat Aqil sebagai seorang yang sangat sempurna. Dan Aqilah meluat melihat muka Aqil yang control tu. Tapi, meluat-meluat pun, mata Aqilah akan secara tidak sengaja dapat menangkap kelibat Aqil di mana-mana. Cerita tentang Aqil juga sangat senang melekat di dalam fikirannya. Aqilah pun dah fed up.Adakah suratan atau kebetulan?


“Qil, kau nak nengok result ke?”Entah suara sumbang siapa yang didengari Aqilah. Siapa pula yang panggil aku Qil ni. Kat rumah je orang panggil gitu. Aqilah menoleh ke belakang melihat siapa yang menyoalnya. Terlebih toleh pulak. Mukanya terkena bahu seorang pemuda. “Auch!” Aqilah mendongak untuk melihat bahu siapa yang menjadi sasaran dagunya. Aqil! Kelihatan Zarina di sebelah Aqil seronok mentertawakannya.


Yang ni pun lagi seorang. Diorang cakap mereka ni couple. Hm..Sesuailah. Kan Zarina ni cantik. Tapi perangai dia sombong sikit. Diorang katalah. Aqilah hanya mendengar cakap-cakap orang. Fawwaz dan Izyan, kawan baiknya dari 5 Cerdik selalu menceritakan gossip-gosip sekolah kepadanya. Yalah, dia duduk di kelas agama. Pelajar lain tidak campur sangat. Lagilah semua pelajar perempuan. Namun berita tentang sikap Zarina, dia sendiri tidak pasti kebenarannya. Sebenarnya, dia sudah mengenali Zarina sejak Tingkatan1 tapi bercakap pun jarang-jarang. Jumpa pun jarang-jarang. Kakak Aqilah, Aniqah yang selalu cerita mengenai Zarina dan juga keluarganya. Kebetulan Abang Zarina pernah bercinta dengan Kak Aniqah. Kalau jumpa pun, mereka hanya saling senyum. Kadang-kadang keluarlah ayat, ‘Abang aku kirim salam kat kakak kau.’


“Sorry.” Kedengaran suara pengawas yang segak itu meminta maaf. Serentak pula dengan Aqilah. Eleh, depan awek buatlah gentleman. Boleh pulak dating sekarang. Takde kelas ke. Menyampah. Tanpa melihat wajah Aqil, Aqilah hanya mengangguk dan terus berlalu menuju ke kelas yang sepatutnya menjadi lokasinya ketika itu. Kelas Syariah Islamiah. Kebetulan ustazah masuk lambat hari itu. Dia pun mengambil kesempatan.

………………………………………………………………………………………………

“Weh, tadi tu sape ek?Macam selalu nampak tapi tak tau nama.”

“Laa…Tak kenal. Tu yang duduk kat nombor 22 tu minah tulah. Dia tu memang pandai tapi pendiam sangat, orang pun tak perasan.” Zarina memberitahu ringkas. Sebenarnya dia dah bosan abangnya asyik bercerita tentang keluarga Kak Aniqah. Seperti terlalu memuji-muji.

“Oh..Rupanya dialah yang selama ini membuatkan hatiku tertanya-tanya. Eh, sastera pulak. Ingatkan sapelah yang selalu dapat result gempak macam ni.”

“Eleh, cakap macam kau tak gempak. Pasni kau ada kelas tak?Hm..apalah jantina anak Ustazah Fauziah ek?Tiba-tiba je beranak hari ni.”


“Kau ni belajar Bio ke tak? Apa pulak tiba-tiba. Dah anak dia nak keluar. Jomlah, aku nak balik kelas. Si jaja pun dah sampai dah tu. Lamanya dia kat toilet.” Jaja mendapatkan mereka berdua. “Eh, macamana kau boleh berada di sisi lelaki ini?”


“Kau pun dah suka buat ayat sastera macam Aqil ek. Boleh ganti Cikgu Diana. Tadi jumpa dia, Sarjan Aqil baru lepas hantar fail Kadet Polis kat Cikgu Adnan. So, kami pun berjalan seiringan. Hehe.”


Sebenarnya Jaja tahu, Zarina dalam proses untuk mendapatkan cinta Aqil kembali. Mestilah dia yang mengikut Aqil dan membuatkan Aqil terpaksa melayaninya. Mereka sudah tiga bulan clash tetapi tetap berkawan. Entah mengapa mereka clash, Jaja tidak tahu. Kalau ikutkan Aqil, mestilah dia lebih suka balik ke kelas dan membuat latihan. Aqil hanya mendiamkan diri dari tadi. Entah kenapa sebaris nama itu berlegar-legar di fikirannya.. ‘Aqilah Nadia. Cantik nama. Orangnya pun sweet je. Kalau nak kira cantik, Zarina lagi cantik. Body Zarina lagi lawa. Eh, gatal juga aku ni. Zarina ok tapi…’ Lamunannya terhenti apabila melihat Ustazah Badariah mengangkat buku yang sangat banyak. Dia terus memberikan pertolongan.


“Nadia, kau gi mana?Nak pinjam karangan “Assolat” kau. Aku nak buat ilham. Hehe. Tak reti aku Bahasa Arab ni.” Dayah terus mendapatkan Aqilah Nadia sebaik saja dia sampai ke kelas. Suasana kelas itu sunyi sekali, semua belajar. Kalau berbual pun, punyalah sopan. ‘Baiknyalah kawan-kawanku ni. Aku pun sama gak. Hehe.’. Aqilah melangkah ke tempat duduknya dikuti oleh Dayah.


“Ala..Aku pergi toilet pun tertunggu-tunggu. Nah, bukan aku buat sendiri. Kan Ustaz Din yang bagi hint sikit-sikit.” Buku tulis bertukar tangan.


“Yalah, tapi aku rasa kau sorang je yang faham Pak Arab tu cakap apa.”Tiba-tiba Dayah menepuk bahu Aqilah dan berkata dengan exitednya, “Eh..Nadia, Aqil lah. Cutenya dia.Baik pulak tu, angkatkan buku-buku kita.”


Aqilah yang baru hendak mebaca satu ayat dari buku Syariahnya berkerut dan menoleh keluar. Terus dia membuat muka jelek. “Eleh..Tolonglah. Tau tak aku rasa muka dia tu muka ‘lempanglah-lempanglah. Tu tadi mestilah Ustazah tangkap dia kat tengah jalan tadi. Sapa suruh dating tengah jalan. Nak cover line, buat-buat tolong cikgu. Dah...Ustazah dah masuk tu.” Aqilah dan Dayah bangun setelah mendengar arahan dari ketua kelas mereka, Fifi. Aqilah melihat Aqil yang ‘bajet cool’ itu keluar selepas meletakkan buku-buku di atas meja guru. Entah kenapa dia perasan Aqil seperti memandangnya dari luar di sebalik tingkap kelas. ‘Ah, perasan je aku ni.’ Aqilah memberi perhatian semula pada kelas tersebut.


Keesokan harinya, Aqil sekali lagi mendengar rungutan dari kawan baiknya, Yong Seng tentang pelajar datang lambat. Seperti biasa, Yong Seng memang selalu menjaga pintu pagar dan merekodkan pelajar yang datang lambat. Aqil tidak pernah mendapat duty begitu. Dia telah diberi kepercayaan menjaga Unit Audio. Jadi, muka dialah yang selalu terpampang di depan semasa perhimpunan setiap pagi menguruskan mikrofon dan speaker. Setiap pagi kena tayang mukanya yang handsome itu. Yong Seng menyambung rungutannya. Aqil menjadi pendengar setia. Dalam hati dia menyalahkan Yong Seng juga, terlalu strict. Lambat seminit dua pun nak berkira. Lepas tu, jaga pintu pagar tu punyalah garang. Tak reti nak buat muka polite sikit. Memangla orang menyampah.


Ramai yang datang lambat buat tak tahu saja berjalan di hadapannya. Ada yang datang lambat, pakaian sekolah tak lengkap. Ada yang boleh nak letak beg dahulu di kelas. Tak reti-reti hendak beratur segera. Ada yang memang hari-hari datang lambat. Tak serik-serik. Yong Seng menyebut nama-nama pelajar yang selalu terlewat. Tiba-tiba telinga Aqil menangkap satu nama yang disebut Yong Seng. Aqilah Nadia? Seminggu tiga empat kali lambat. Patutlah Cikgu Disiplin tak ambil jadi pengawas walaupun pandai. Dia pernah juga melihat Aqilah Nadia berdiri di hadapan perhimpunan mengikut arahan Cikgu Disiplin. Barisan pelajar lambat dan tidak mematuhi peraturan pakaian. Berkerut-kerut muka gadis itu seperti bukan dia yang bersalah.


“Dahsyat ye budak ni Seng. Mesti sign dia dah banyak kat buku kau ni.”

“Exactly.. Dia pun dah tahu dah nak buat apa. U tau, sampai kadang-kadang dia yang minta buku ni nak sign. I rasa dia ni ada masalahlah. Bila tengok muka dia ho, banyak kasian..Pity her.”

“Haha. Kau nak tak tukar unit dengan aku? Switch job. Aku dah lama tak jaga pintu. Kalau ayat..em,pujuk Puan Rossa sikit, mesti dia bagi punya.”

“Boleh juga. Tapi kau kena ajar betul-betul nak handle bilik audio tu. Nanti banyak problem.”


Kedua-dua mereka menuju ke bilik Cikgu Disiplin selepas kelas mereka tamat pukul 1.10 petang. Kepala masing-masing masih berserabut memikirkan masalah Matematik Tambahan yang baru diserahkan oleh Cikgu Hafifi. Gila susah! Aqil mengakui dia kurang mahir subjek itu. Tapi, Aqilah Nadia bolah pula selalu skor subjek ni. Sebenarnya, dia pun selalu juga melihat result Aqilah Nadia walaupun tidak kenal sebelum ini. Buat membakar semangat untuk bersaing. Result pun ok. Mereka berbincang dengan Puan Rossa tentang hasrat mereka. Oleh kerana Aqil anak kesayangan kebanyakan guru di sekolah itu, dengan mudahnya permintaan mereka diterima. Minggu depan, Aqil akan menggantikan tempat Yong Seng.


Aqilah Nadia berbual dengan Izyan di tempat menunggu bas bawah pokok. Namun, dia bukanlah menunggu bas tetapi menunggu ayahnya. Ayahnya selalu lambat. Kadang-kadang nak dekat 1jam dia menunggu. Topik yang selalu diperkatakan oleh Izyan ialah tentang Kadet Polis. Sibuk bercerita semua aktiviti persatuan itu. Maklumlah, setiausaha. Dari Kadet Polis bertukar ke topik Pengerusinya, Sarjan Muhammad Aqil Iman. Sedang dia bercerita, tangannya melambai sekejap pada Aqil yang menunggu di seberang jalan. ‘Bila pulak mamat tu tercongok kat situ. Pastu lagi nak buat muka ‘bencilah aku bencilah aku’.’ Aqilah menyoal dalam hati. Seingat Aqilah, Izyan dan Aqil sudah lama berkawan. Sebelum sekolah menengah lagi. Dia teringat dulu Izyan pernah memberitahu prinsip hidup Aqil. ‘Hidup mesti berlagak.’ Entah betul entah tak. Tapi bagi Aqilah, nampak sangat prinsip hidup zaman kanak-kanaknya itu sedikit sebanyak mempengaruhinya. Memang dia berlagak pun sekarang. Aqilah melihat Aqil melambai balik ke arah Izyan. Izyan menegur Aqilah kerana membuat muka tiada perasaan pada Aqil seperti langsung tidak mengenali Aqil. Aqilah membuat muka selamba. Memang pun dia tak kenal dengan mamat tu.


4 bulan kemudian....................


Aqilah Nadia keluar dari rumahnya menuju ke perhentian bas pada pukul 6.15 pagi. Begitulah rutin hidupnya sekarang. Sudah hampir 4 bulan dia menaiki bas sekolah untuk ke sekolah setiap hari. Sekarang, dia tidak perlu menunggu ayahnya untuk menghantarnya ke sekolah. Entahlah, bukan dia mahu menyalahkan ayahnya tetapi memang ayahnya yang selalu membuatkan dia lewat. Kadang-kadang, dia sudah siap berpakaian tetapi ayahnya tidak reti-reti. Siap nak sarapan dulu, bagi ayam makan,seperti tiada apa yang berlaku. Yang tak tahan kalau ayahnya secara tidak sengaja menghantar ibu dulu ke tempat kerja sedangkan dia sudah terlewat. Punyalah sakit hati. Macamlah ibu tu kena beratur. Huhu. Sebenarnya, dia tidak meminta kebenaran dari ayahnya pun untuk menaiki bas sebab dia tahu confirm2 ayah tak bagi. Duit pendahuluan tambang bas pun dia yang bayar sendiri.

Kenapa dia nekad nak naik bas? Mestilah sebab malas nak menunggu lagi. Cuma tambang balik kadang-kadang terpaksa burn sebab dia ada tuisyen sampai pukul 5 petang. Selalu dia menyuruh Kak Atiqah mengambilnya.Sebab lain? Aqil Iman. Huhu. Dia teringat peristiwa 4 bulan lepas. Dia sebenarnya pelik kenapa mamat tu tiba-tiba terpacak kat pintu pagar hari tu. Hari tu dia seperti biasa terlewat. Punyalah berlari-lari naik tangga. Apalah nasib sekolah tu kena naik tangga dulu baru jumpa pintu pagar. Lupa pula tu bukan pintu pagar utama. Time dah sampai atas tiba-tiba kakinya tersadung apentah, badannya pun terdorong ke depan nak menjatuhkan diri. Tapi ada tangan yang mencapai lengannya membuatkan dia tak jadi nak jatuh. Buat penat je jerit masa tu. Bila dia tengok siapa heronya, dia pelik. Bukannya Chinese boy yang selalu jaga tetapi Aqil. Dia ingat lagi dia sempat memuji Aqil dalam hati. Aqil pagi itu macam handsome sangat sebab buat rambut style lain, senyumannya ikhlas. Dengan wajah yang terkena pancaran matahari pagi. Hilang semua rasa meluat kat mamat tu. Namun dia berhenti layan blues. Dia mengucapkan terima kasih dan terus ke tapak perhimpunan.

Beberapa hari selepas kejadian itu, dia sedaya upaya untuk tidak lewat lagi. Takkanlah nak menatap wajah Aqil tiap-tiap hari. Kadang-kadang saja dia lewat. Itupun sekali dua saja Aqil mencatat namanya di buku laporan. Mengapa dia berbuat begitu, Aqilah sendiri tak kuasa nak tanya. Aqilah akui Aqil seorang pengawas yang berhemah. Sampai-sampai pintu pagar, nampak mukanya tersenyum dengan pelajar yang baru datang. Macam penyambut tamu pun ada. Kalau dia minta sign dan bertanya sebab lewat pun, punyalah berbudi bahasa. Pernah juga dia disoal begitu dan dia menjawab jujur orang yang hantar lambat siap. Terus saja Aqil menjawab, “Nape tak nek bas macam Zarina?” Boleh pula dia kaitkan dengan aweknya. Huh..Beberapa hari kemudian, dia cuba untuk memastikan ayahnya bersiap awal tetapi tetap juga terlewat kadang-kadang. Walaupun tidak terlewat, Aqil sudah terpacak di pintu pagar itu. Terpaksa juga melihat muka Aqil setiap hari. Naik meluat. Jadi, dia memutuskan untuk menaiki bas sekolah. Lagi awal. Tidak perlu berjumpa dengan Aqil sampai-sampai sekolah.

Aqil menjalankan tugasan hariannya, menjaga pintu pagar. Macam pak guard je bunyinya. Minggu depan, dia akan menjalankan tugas asalnya, menjaga bilik audio. Dia dah naik jemu pulak jaga kat situ. Dah lama tak jumpa Aqilah kat sini. Fikir Aqil. Secara jujurnya dia suka melihat aksi Aqilah kalut sebab terlambat. Memang innocent gila. Tapi betul kata Zarina. Pendiamnya. Orang tanya sepatah jawab sepatah. Taulah suara cute. Dia selalu juga nampak Aqilah berbual dengan Izyan. Nampaknya mulut Izyan yang lebih banyak bergerak. Si Aqilah hanya mengangguk dan kadang-kadang mencelah.‘Eh, sejak bila pula aku fikir-fikir pasal dia ni’.

Fikiran Aqil beralih kepada Peperiksaan Percupaan SPM yang bakal menjelang. Minggu depan je. Huhu. Bukannya dia tidak bersedia tetapi takut tu mestilah ada. Apapun, dia akan berusaha sedaya upaya untuk mendapat keputusan yang lebih baik dari Aqilah Nadia dalam beberapa subjek yang sering dikuasai gadis itu. Malulah kalau dapat markah rendah daripada minah tu. Lagipun, memang sepatutnya dia dapat keputusan yang lebih baik sebab dia ada lebih masa. Dia hanya mengambil sepuluh matapelajaran manakala Aqilah mengambil tiga belas matapelajaran. Siap ada Pendidikan Seni Visual. Banyak kerja tu. Kawan-kawan Zarina pun ada ambil Seni. Diorang ada juga cerita tentang Aqilah pandai melukis. Hm..mesti lawa.


Sebulan kemudian...


Keputusan Percubaan telah pun ditampal di papan kenyataan. Aqilah takut juga hendak melihatnya. Namun dia seperti ditarik-tarik ke situ. Teruja hendak melihat result Aqil. Sebaik sahaja waktu sekolah tamat, Aqilah mengajak Fawwaz melihat keputusan mereka. Fawwaz seperti tidak bersemangat. Yalah keputusannya bukan gempak sangat. Tapi dia terpaksa melayan kerenah Aqilah Nadia yang pelik itu. Konon kata menyampah kat Aqil tapi semangat gile nak nengok result mamat tu. Memanglah dia kata nak nengok result diri sendiri tapi sampai-sampai je search nama orang lain. Nadia..Nadia..Nasib baik dia dah kenal Nadia lama. Dia pun dah kenal sangat sikap Nadia yang suka memendam perasaan. Memang dari dulu Aqilah tidak suka bila dia bercakap tentang Aqil. Kenapa dia bercerita pasal Aqil lak?Sebab Fawwaz suka kat Aqil. Dululah. Minat-minat gitu. Dah minat mesti nak berkongsi cerita. Aqilah Nadia seperti biasa lebih suka mendengar. Yang dia pelik, Nadia akan ingat dengan mudahnya semua cerita yang dia cerita. Kejadian yang berlaku pada Aqil. Dia yang menceritakan pun dah lupa. Selepas Aqilah Nadia berpuas hati dengan apa yang dilihatnya, barulah sibuk bertanyakan tentang keputusan Fawwaz.


Aqil Iman yang sudah lengkap berpakaian sukan melihat papan kenyataan yang memaparkan keputusan pelajar sekolahnya. Tak puas hati! Dia sedikit kecewa melihat keputusan Aqilah yang lebih baik daripadanya. Aqilah mendapat nombor 18 dalam tingkatan manakala dia berada di tempat ke 20. ‘Eee budak ni. Tunggu time SPM. Eh, SPM mane ade carta. Huu..Agaknye sebab dia dah datang awal sekarang ni, mesti study before pergi perhimpunan. Dahlah buat aku tertunggu-tunggu dia datang. Eh, apsal pulak aku tertunggu-tunggu dia?’ Yong Seng yang berada di sebelahnya berkerut dahi melihat sikap Aqil yang hot tiba-tiba. Nak kata result k.o, Aqil telah mendapat 9A dalam Peperiksaan Percubaan.


“Qil, jomlah. Kita ada rehearsal ni. How long u want to stare at that stupid board? Pelikla, dari tadi U tak cakap-cakap.”

“Eh, dah lama ke? Ok. Jom. Aku saja nak relaxkan suara aku ni kejap.”


Mereka beredar ke padang sekolah. Petang itu, mereka ada latihan kawad kaki untuk Hari Kokurikulum yang akan berlangsung Sabtu ini. Dan Aqil selaku Kapten Kadet Polis akan meng’conduct’ acara perbarisan. Hari Koku memang acara tahunan setiap tahun dan selalu diadakan selepas Peperiksaan Percubaan. Time nilah pelajar sekolah itu menunjukkan apa yang telah mereka pelajari pada waktu kokurikulum dan mempersembahkannya. Selain kawad kaki, ada juga aktiviti lain seperti jualan, pameran, persembahan tarian, boyband dan banyak lagi. Yang istimewanya, ada group yang bertanggungjwab mengambil gambar segala persiapan untuk Hari Koku tersebut dan gambar-gambar tersebut akan dijual.


Sedang Aqil berjalan ke padang, dia melihat seorang pelajar perempuan memakai baju Silat. Tiba-tiba dia teringat wajah Aqilah Nadia yang selalu mempersembahkan demontrasi silat ketika ketibaan VIP. Baru sekarang dia perasan yang sebenarnya dah lama dia melihat Aqilah Nadia. Cuma dulu tak kenal. Selalu juga dia mengamati gerak langkah gadis itu ketika membuat demo. Kadang-kadang memang hancur gile tapi dia suka melihat gaya gadis itu yang pura-pura tenang. Kadang-kadang dia melihat gadis itu tekun membuat lukisan mural. Sebab Zarina selalu menyibuk time kawan dia lukis-lukis. Dia tolong tengok saja. Dan kadang-kadang dia memerhatikan Aqilah yang satu-satunya budak yang senyap ketika itu. . Sebab kawan-kawan Zarina semua kecah-kecah belaka. Aqilah hanya turut ketawa bila keluar lawak bodoh mereka. Heran! Nape oleh ingat semuanya? Mungkin inilah sebab dia memutuskan hubungannya dengan Zarina.Fikirannya tidak boleh fokus pada Zarina. ‘Tapi, takkanlah aku minat dia minah pandai tu kot..nak kata lawa, Zarina kan lagi lawa. Peramah.’


Aqilah Nadia duduk keletihan di tepi longkang di pintu pagar sekolah. Malas dia hendak menunggu di bus stop bawah. Nak seberang segala. Dia dah suruh ayahnya mengambilnya di situ walaupun tak tahu bila ayahnya akan sampai. Dia tahu tempat tu tak strategik tapi dia penat sangat selepas training untuk membuat demo menyambut VIP. ‘Asyik buat demo je sampai VIP pun dah kenal aku.’ Tepi longkang pun jadilah. Apa salahnya jadi Mak Guard sekejap. Setiap kereta yang keluar masuk mengambil perhatiannya sehingga buku yang dibuka ditutup kembali. Saja je nak sedekahkan senyum kalau cikgu yang lalu. Dia menunggu dan menunggu sampai setengah ja lamanya. Muka pun yang dari tadi boleh jadi Mak Guard terbaik terus tak dapat. Cemberut..Tiba-tiba aura sakit hatinya bertukar menjadi meluat. Kereta Wira milik Aqil, eh bapak dia punya, dipandu keluar. Dia yang berjalan ke hulu ke hilir kerana kegelisahan dari tadi hampir saja dilanggar. Dia dah berkerut dah. Aqil membuka tingkapnya.


“Nak tumpang sekali?Rumah kau dekat dengan rumah Zarina kan?” Tanya Aqil ramah. ‘Weit, janganlah buar senyum mencairkan and buat-buat ramah.’ Rungutnya dalam hati. Aqilah melihat-lihat Zarina yang ada di sebelah Aqil tersenyum-senyum gedik. ‘Ada minah ni rupanya.’ Dia menggeleng. “Takpe..tunggu Ayah. Terima kasih.” Dia melihat kereta itu berlalu dengan sakit hati. ‘Asyik-asyik Zarina. Eh, yang aku kisah kenapa.’


2 bulan kemudian...


Kegembiraan jelas terpancar di wajah pelajar-pelajar Tingkatan 5 S.M.K Taman Universiti.Peperiksaan SPM telah pun berakhir. Sekarang mereka hanya perlu berdoa untuk mendapat result yang setimpal dengan usaha mereka. Aqilah Nadia mengangkat handphonenya yang berdering.

“Helo, orang baru nak call. Hah?!Naik Teksi? Ala..Oklah. Takpe.”


Panggilan yang menghampehkan. Baru saja dia berasa gembira tetapi ada yang spoilt pula. Parentsnya ada hal dan menyuruhnya menaiki teksi. Tak de duit..Sedang asyik dia memikirkan hal apa yang penting sangat tu, ada seorang minah memnaggilnya. Dia menoleh ke arah gadis itu. Zarina n her boyfriend lagi. Wekk!

“Ada apa?” Tanyanya lembut. Ceh,,bab berlakon ni dia memang terlatih.


“Ni, abang aku kasi kakak kau.” Zarina menyerahkan beg kertas kepadanya. Eh, hadiah! Harini birthday Kak Aniqah ke? Haahla..Boleh pula dia lupa hari jadi kakak sendiri. Patutlah mak ayah tak dapat ambik. Mesti diorang pergi beli barang untuk masak yang sedap-sedap hari ni.

“Kau tunggu ayah kau ke?” Zarina bertanya ramah. Sebenarnya, dia ni takdelah jahat sangat. Aku saja yang lebih-lebih.

Dia menggeleng. “Tak, Mak aku suruh naik teksi.” “Laa..naik aku lah sekali. Tapi mamat tulah yang bawak. Takpe. Rumah kita takdelah jauh sangat.” Zarina mempelawa macam kereta tu dia yang punya.

“Boleh ke...Ok.” Oleh kerana hendak pulang cepat, dia pun bersetuju. Nak buat kek kat rumah. Zarina mendapatkan Aqil bertanya-tanya dan Aqil yang sibuk menyain baju sekolah kawan-kawannya memandangnya tajam. Macam nak scan pun ada. Aku tak bawak papelah nak yang boleh jahanamkan kereta papa kau tu. Dan kesudahannya, duduklah dia dalam kereta papa Aqil, Dr Hussein. Macamana tau doktor? Si Zarina ni dari tadi menceritakan susur galur keluarga Aqil. Yang tuan punya kereta dok diam je. Dia pun adalah juga menjawab sikit-sikit apa yang Zarina katakan. Kesian pulak kalau tak layan.


Tiba-tiba je si Aqil yang diam membisu ni tanya kenapa pilih Arab dan ambil Seni. Eh, nak wawancara pula. Nak kata practice buat karangan wawancara, SPM dah habis. Aqilah tida pilihan memberitahu jawapannya dengan tergagap-gagap. Yelah, tak biasa cakap dengan lelaki. Tapi panjang juga alasan yang dia berikan. Hehe. Sorry Zarina. Sekarang aku pulak yang conquer the conversation. Aqilah pun pelik dia boleh berbual pulak dengan mamat bajet cool yang muka lempanglah-lempanglah. Haha. Kalau Fawwaz tahu ni mesti dia cakap yang bukan-bukan. Baginya, hari terakhir sekolah itu dipenuhi dengan peristiwa yang penuh makna.


7 tahun kemudian...


Perkahwinan Kak Afiah berjalan seperti yang telah dirancang. Siap ada AJK Pelaksana tu. Aqilah menjadi AJK Dalam Rumah iaitu AJK yang melayan kerenah tetamu yang tak reti-reti duduk luar a.k.a buat macam rumah sendiri. Hah! Nasib baik ada Kak Atiqah yang menjadi Partner nya hari itu. Sebenarnya, dia baru mendapat tugasan itu kerana dia pun baru balik ke rumah itu. Maklumlah, sekarang dia bekerja di ibu pejabat Jabatan laut di Port Klang sebagai Marine Engineer. Jarang sangat dapat peluang untuk pulang ke Johor. Dia sedih juga kerara tidak dapat menolong Kak Afiah sangat. Nasib baik adik beradiknya ramai. Aqilah Nadia melihat sekeliling rumah yang penuh dengan warna biru laut. Tema katakan..Warna kegemaran dia dan kak Afiah. Laut yang biru. Dia sudah sebati dengan marin. Hmm..ramainya saudara mara yang dia tidak kenal. Entahlah.Mungkin tak selalu balik kampung dan ingatan tak kuat membuatkan dia tidak mengenali hampir 60% tetamu yang hadir. Teruknya. Tapi siapa suruh jemput ramai-ramai. Cikgu-cikgu dari sekolah lama mereka, SMK Taman U pun dijemput. Ialah, dulu Kak Afiah pernah practical kat situ. Tapi dia belum nampak seorang pun kelibat bekas cikgunya. Lamunannya terhenti apabila mendengar Kak Atiqah memanggilnya.

“Qil, tunjukkan budak ni toilet.” Aqilah Nadia melihat siapakah gerangan budak yang dimaksudkan. Ceh, dah besar panjang panggil budak. Apalah kak Tiqa ni. Nasib baik Cikgu Bio bukan Cikgu B.M. Dia melihat ‘budak’ itu berjalan menunduk. Tak nampak sangat siapa. Kalau nampak pun bukan dia kenal. Apentah jalan tunduk-tunduk. Malu konon.


“Keykey. This way ye.” Tunjuknya penuh budi bahasa. Tak sia-sia masuk kelas Etiket Sosial. Dia membawa pemuda itu ke toilet yang baru dibersihkan pagi tadi olehnya. Last Minute tu.

“Ok. Kat sini.” Ujarnya sambil memandang wajah pemuda itu yang telah mengangkat kepala. Penat kot. Dan dia sangat terkejut melihat wajah itu. Wajah yang sering bermain dalam tidurnya. Wajah yang sering dirinduinya. Wajah yang membuatkan dia mengatakan ‘no’ pada setiap lelaki yang ingin menjadi kekasihnya. Wajah yang ‘lempanglah-lempanglah’? Haha. Masih sama.

“Qil?” Kedua-dua mereka bertanya serentak dan ketawa kecil. Sure orang lain pelik kitorang gelak-geak depan toilet. Dahla pakai baju sedondon. ‘Hai, Aqil ni. Macam gaya tak nak jumpa aku je. Sure dia dah kahwin dengan Zarina. Eh, tapi takde dapat kad jemputan pun. Kan satu kampung. Eh, lupa pula Zarin dah pindah.’

“Em..mana Zarina?” Aqilah memberanikan diri bertanya.

“Zarina?Japlah Qila. Aku dah tak tahan ni. Pasni kita berbual ye.” Aqil menghadiahkan Aqilah senyuman yang membuatkan jantung gadis itu berdegup pantas. Terlebih vibration pula. Senyuman yang sama sewaktu Aqil menyelamatkannya dari terjatuh.


Lama Aqil di toilet bukan hanya untuk melepaskan hajatnya tetapi untuk berfikir kebetulan yang terjadi. Dia ke sini kerana Cikgu Amir mengajaknya. Memang hubungannya dengan Cikgu Kadet Polis itu sangat akrab. Kebetulan, isteri dan anak-anak Cikgu pulang ke kampung. Tak sangka ni rumah Aqilah. Tadi Cikgu Amir ada juga beritahu yang majlis ni merupakan majlis bekas guru dan murid SMK Taman Universiti. Tengok pengantin tadi, memang dia tak kenal. Lagipun dah bertahun dia tak ke kawasan sini sebab Zarina sudah berpindah.


Aqilah Nadia tersenyum sendirian menunggu Aqil keluar dari bilik air di dalam nbiliknya. Kenapa dia boleh sampai ke sini. Boleh pula pertemuan semula di depan bilik air. Tak romantik langsung. Dia menilai Aqil yang sekarang. Entah mengapa dia lebih suka Aqil yang sekarang. Nampak jauh lebih humble, tiadalah bajet-bajet cool. Ketika Aqil keluar dari toilet, diasedang mengingati peristiwa hari terakhir SPMnya. Selepas petang Aqil menghantarnya, dia sering teringat-ingat akan Aqil. Entah kenapa. Padahal dulu menyampah. Dan Aqilah akui dia selalu juga selalu melihat-lihat file gambar Hari Koku yang dibelinya selepas itu. Sekadar ingin melihat Aqil Iman. Aqilah kEluar dari bilik dan melihat Aqil terkial-kial membetulkan samping. Apa keslah mamat ni?


Aqil Iman membetul-betulkan samping yang dipakainya. Siapa suruh pakai samping. Skema giler. Ni Cikgu Amirlah yang suruh ni. Macam nak nikah pun ada. Ni siapa yang nak tolong betulkan ni? Tanpa disangka-sangka, Aqilah yang berkebarung biru datang memberikan bantuan. Sama seperti yang dibuat oleh mama sebelum dia bertolak ke rumah Cikgu Amir tadi. Memang Aqil tidak reti bab samping-samping ni. Dah lama tak pakai. Ketika gadis itu membetulkan ikatan sampingnya, dia merenung Aqilah lama. Rindu? Memang dia rindu pada gadis ini. Dia akui perasaan cinta pada Zarina memang tiada. Walaupun dia cuba melayan Zarina dengan baik, namun tidak berjaya untuk mewujudkan getaran yang dirasakannya ketika ini. Aqilah semakin dewasa, semakin matang, semakin cantik. Lain dengan gambar-gambarnya yang sering dibeleknya di laptop ketika menuntut di UK. File gambar Hari Kokurikulum itu dibawa kemana-mana. Buat pengubat rindu pada Aqilah. Ok..Dia tahu dia merindui orang yang tiada ikatan dengannya. Mereka tidak pernah mengikat apa-apa ikatan namun dia menyerahkan pada jodoh. Dia hanya mampu berdoa kepada Allah. Dan sekarang Allah mempertemukan mereka berdua..di depan toilet. Huuu..


“Dah siap.” Ucap Aqilah sambil memandang muka Aqil. Dia tidak sedar yang selama ini Aqil merenungnya dalam. Pandangan mata mereka bertaut. Aqilah terus menundukan muka. Terasa mukanya panas dek malu. Namun, hatinya berbunga-bunga.

“Qil, Mak Ngah dah nak balik tu.” Athirah memanggilnya, memecah suasana perbuaan bisu yang sedang berlangsung.

“Qil!..Eh,,Qila.Aku ambil no phone kau je la. Aku datang dengan Cikgu Amir. Dia ada jemputan lain. Nak beredar dah ni.” Mereka bertukar-tukar nombor telefon. Sebelum pulang, Aqilah sempat memperkenalkan Cikgu Amir, dan memperkenalkan Aqil kepada ibu bapanya. Aqilah dapat melihat wajah-wajah ladies and gentlemen yang teruja mengolah suasana menjadi ayat. Dah mulalah nak gosip adik beradik.

................................................................................................................................................

Selepas pertemuan itu, mereka sering berjumpa dan keluar bersama-sama. Ibu bapa Aqilah juga merestui hubungan anaknya dengan Dr. Aqil, seorang doktor di Hospital Sultanah Aminah. Walaupun Aqilah hanya berkata hanya sekadar kawan.

“Dr. Aqil..Kenapa tak jadi sarjan?”

“Oh..Kalau gitu kenapa Pendekar Aqilah tak teruskan perjuangan?” Mereka ketawa bersama. Pelik. Kalau dulu jarang benar ingin berbual. Hanya memendam rasa sahaja.

“Aqil, Qila nak cakap terima kasih. Walaupun Aqil tak buat benda ni, tapi Aqil dah memberikan inspirasi untuk Qila dapat kejayaan dalam SPM. Sebab selalu nak bersaing dengan Aqil lah, walaupun niat memanglah untuk belajar. Thanks a lot.”

“Hah.Sebenarnya aku pun cam kau Qila. Selalu tengok keputusan kau yang gempak tu. Tak sangka aku kau ingat aku dengan Zarina couple. Kitorang dah lama putuslah. Tulah. Dengar lagi cerita Izyan tu. Aku tak de feel kat Zarina. Ingat dah tak rasa jiwang-jiwang lagi. Tapi, hati aku tiba-tiba ter‘attract’ kat seseorang. Tapi macam berbeza sangat pula dengan dia. Nengoklah, result pinangan esok.” Aqilah yang mendengar hanya mampu terenyum. Hancur segala harapan hati. Benci Aqil!Macam nak lempang pun ada..

“Yeke? Bertuah dia dapat doktor muda macam kau kan? Jangan risau. Sure dia terima kau punya.”

Aqilah meminta diri untuk menenangkan fikirannya. Perasaan menyampah menebal di jiwa. Aqil telah membuat dia jadi perasan! Hu..sedihnya hati. Lumatnya hati kau hancurkan, Aqil.

................................................................................................................................................

Aqilah mengintai-intai rombongan meminang yang tiba di rumahnya selepas Zuhur. Aisy!Awalnya si Athirah ni nak kahwin. Langkah bendul pulak tu. Aku nak minta apa ek sebagai kakak? Rantai ke beg tangan ek? Semalam baru jumpa beg Guess lawa gile.’

Sedang dia berfikir-fikir, ibunya datang kepadanya dan berkata, “Keluarga Aqil nak pinang kaulah, Qil. Camana? Setuju?”

“What the....Bukan dia nak pinang Athirah?”

“Gila apa budak ni. Tulah, duk belayar lama-lama. Tira tu baru masuk U. Camana setuju tak?” Aqilah menunduk malu. Aisy mak ni. Tak faham-faham.

“Setujukan aje dah buat muka gedik macam gitu.” Kak Aniqah menyampuk dari belakang. Aqil!Tak sangka pula terus pinang. Huhu. Bersediakah aku menjadi isterinya? Namun dia yakin, hatinya memang sudah dimiliki Muhammad Aqil Iman bin Muhammad Hussein. Perasaan bahagia kian menggebu mengingatkan peristiwa di hadapan toilet hari tu. Sayang Aqil!

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

28 April 2009

PERMULAAN STUDY FLUID MARINE


aku memilih jawapan
memilih kepastian di sebalik jawapan
mengharapkan jawapan yang benar-benar
menjawab persoalan
persoalan hati dan kakacauan jiwa

aku menilai jawapan tersedia
memilih jalan yang terbaik
yang terbaik yang tidak menyesatkan
entah mengapa begitu sukar membuat pilihan
syakwasangka memberikan begitu banyak persoalan

aku meneliti pilihan hati
pelbagai situasi perlu dijangka
yang buruk yang baik bakal menjelma
memastikan pilihan benar-benar terbaik
kerana bulatnya satu keputusan
menghindarkan emosi kekecewaan jiwa
penyesalan itu tidak berguna
pendirian perlu sejiwa dengan pilihan

(MEREPEK)



26 April 2009

hati



Karya mengarut yang baru dijumpai


Aku memerhatikannya dari jauh

Kekadang memandangnya dari dekat

Walau hanya sekilas pandang

Adakala melihatnya ketawa

Adakala melihatnya serius

Adakala melihatnya gusar

Namun aku tidak jemu memerhatikannya

Tidak puas memandangnya

Menambah inspirasi jiwa

Tanpa ada siapa yang tahu

Kecuali Yang Maha Tahu

Perlukah dia tahu

Atau sudahkah dia perasan lalu

Berpura-pura tidak tahu

Duhai diri..

Mengapa perlu memandang si dia

Mengapa perlu menyukai si dia

Mengapa perlu mengenali si dia

Mengapa perlu bersembunyi

Mengapa perlu memendam perasaan sendiri

Duhai si dia..

Adakah kau benar-benar orangnya

Yang perlu aku suka

Adakah kau benar-benar tidak tahu

Yang dirimu diperhatikan

Adakah kau benar-benar mengerti

Jika aku luahkan segalanya

Adakah aku benar-benar layak untukmu

Biarlah takdir mementukan semuanya

Kerana kuyakin Yang Maha Tahu itu

Akan berikan yang terbaik untukku

Terbaik untuk dirinya

aku yang addicted to air teh


Teh

Dedaun teh ( camellia Sinensis ) ditakrifkan sebagai minuman yang meransang penghadaman manusia .

Teh mengandungi kandungan kimia iaitu kafin , asid tanik , vitamin A , B2 , C , D dan P , manganese , dan minyak aromatik . Kandungan kimia teh berkesan dalam merawat pelbagai penyakit .Kafin adalah sejenis bahan peransang yang seandainya tidak diambil secara keterlaluan boleh memupuk kesedaran . Individu yang mengalami pening-pening untuk satu tempoh yang panjang selepas bangun dari tidur patut mencuba petua meminum teh kerana ia pasti mujarab . Secawan teh panas boleh menajamkan tumpuan serta mengatasi rasa mengantuk , dan mengendurkan ketegangan saraf-saraf otak .

Selain itu , satu darjah kafin yang memadai amat diperlukan dalam penyingkiran bahan-bahan buangan seperti melicinkan pengaliran air kencing serta menghalang kehadiran unsur-unsur beracun dalam hati . Justeru , peminum teh hijau jarang mengidap penyakit batu karang atau penyakit yang berhubungan dengan buah pinggan . Penyelidikan saintifik menunjukkan bahawa asid tanik memusnahkan racun-racun alkaloid serta berperanan sebagai satu antidot menentang kesan-kesan sampingan lemak dan minyak yang memudaratkan . Asid tanik juga meransang pencernaan makanan . Selain itu , asid tanik juga memusnahkan beberapa jenis bakteria berbahaya di samping berfungsi sebagai antidot meredakan kenaikan suhu badan akibat cuaca panas .

Penyelidikan yang rancak dijalankan membuktikan teh turut mengandungi pelbagai jenis vitamin . Buktinya kaum nomad yang rata-ratanya bergantung kepada teh bata sebagai minuman utama dan amat jarang memakan buah-buahan masih menerima khasiat vitamin C yang memadai menjalani kehidupan yang sihat .

Teh yang mengandungi minyak aromatik dipercayai memainkan peranan penting menenangkan urat saraf , menyalurkan oksigen kepada organ-organ badan , di samping meransang minda dan pernafasan . Tegasnya beberapa cawan besar teh hitam yang pekat dengan campuran sejumlah gula , dipercayai mempunyai kemujaraban yang segera ke atas batuk , suara serak dan sakit kerongkong .

Sarat Khasiat (dipetik dari artikel indonesia)

Dari hasil penelitian, diketahui teh mengandung senyawa organik utama yang dinamakan polyphenol. Teh hitam juga mengandung polyphenol tetapi tidak sebanyak teh hijau. Senyawa antioksidan ini bisa mencegah kanker, sakit jantung, stroke, memperlancar sistem sirkulasi, menguatkan pembuluh darah, menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan membantu penambahan jumlah sel darah putih yang bertugas melawan infeksi. Polyphenol ternyata juga mengurangi pembentukan plak gigi dan mempengaruhi kerja bakteri mulut. Bahkan hasil penelitian University of Kansas yang dipresentasikan di American Chemical Society, menyatakan bahwa teh hijau 100 kali lebih efektif untuk menetralisir radikal bebas daripada vitamin C dan 25 kali lebih ampuh dari vitamin E.

Selain polyphenol, di dalam teh terkandung sejumlah vitamin B, C, E dan kandungan vitamin B dalam teh sepuluh kali lebih besar dibandingkan dengan yang terdapat pada serealia dan sayur. Vitamin C-nya pun lebih tinggi dari buah apel, tomat, atau jeruk. Bila anda minum dua cangkir teh, itu sama banyaknya dengan anda menelan vitamin C dari segelas besar jus jeruk murni.
Seorang peneliti dari Belanda menyatakan bahwa orang yang minum empat sampai lima cangkir teh hijau sehari, 70% terhindar dari serangan stroke daripada orang yang hanya minum dua cangkir atau tidak sama sekali. Penelitian juga menunjukkan bahwa konsumsi teh hitam menghindarkan orang dari serangan jantung.

“Kunci utamanya terletak pada flavonoid” kata John Folts, dari University of Wisconsin Medical School’s Coronary Artery Thrombosis Research and Prevention Center. Ia menemukan adanya flavonoid dalam teh hitam yang mampu mencegah penggumpalan trombosit, mencegah pembekuan yang bisa menimbulkan serangan jantung atau stroke.

Melawan Kanser

Selain banyak makan buah-buahan dan sayur-sayuran, minum teh jelas merupakan cara murah dan praktis untuk mengurangi resiko terkena kanser. Seperti kanser perut dan usus (perut, usus kecil, pankreas, dan usus besar), kanker paru-paru, kanker rahim termasuk kanker payudara. Para peneliti dari Case Western Reserve University of Cleveland, Amerika menemukan bahwa minum teh hijau berarti anda sudah mengurangi 90% kemungkinan terkena kanker kulit. Peneliti di Medical College of Ohio di Toledo, Amerika menemukan bahwa teh hijau mengandung EGCG (epigallocatechin – 3 gallate). Zat inilah yang menghalangi urokinase, enzim yang vital untuk pertumbuhan kanker. EGCG ini menempelkan diri pada urokinase sehingga zat ini tidak dapat menyerang sel tubuh untuk membentuk tumor.

Namun para dokter ahli dari Center for Alternative Medicine di University of Texas, Amerika mengingatkan untuk hati-hati memanfaatkan teh hijau sebagai penangkal utama bagi penyakit-penyakit serius. Soalnya hasil penelitian mereka menyatakan bahwa tidak semua jenis kanser dapat dicegah dengan teh, melainkan kanser jenis tertentu saja karena penyebab kanser macam-macam.

Yang Baik dan Buruk
1.Riset di Amerika mengungkapkan bahwa minum satu sampai empat cangkir teh hijau baik sebagai dosis preventif terhadap kanker.
2. Minum teh lebih dari lima cangkir sehari meningkatkan resiko kanker pankreas
3. Teh mengandung kafein (meski tidak sebanyak kopi), jadi bisa menyebabkan insomnia (susah tidur)

25 April 2009

..malam tu..

fikiranku
bukanlah seserabut mana
hanyalah sedikit celaru

Perasanku
bukanlah sekacau mana
hanyalah sedikit celaru

kegembiraanku
bukanlah selalu constant nilainya
maybe mengikut masa ketika
Bukanlah selalu dapat terpancar
maybe mengikut situasi..(cam lagu Bunkface)

aku memikirkan hal itu
kenapa itu kenapa ini
sehingga aku tau
jawapan itu ..biarlah
kita sendiri yang merasa penat lelahnya
kita sendiri yang menilai baik buruknye
kita sendiri yang menyoalnya

tumpahnye perasaanku



huhuhu..
i'm studying electronic now for my final
sngt2 xde mood
why??
maybe because aku memng xngam sngt
dengan elektonik ni
bak kate org..xknal maka xcinta..
klau elektronic ni..xcinta maka xkenal..hehe
kalau nak study differential equation pun..
lagi tension kalau xdapat buat soklan
HUh...What happen to me actually??

Aku mengenangkan masa lalu ku
Yang penuh dengan sia-sia..

Eh...sia-sia ke..
Aku punya test..i think it a little bit low
Em..I dunno what i'm doing right or wrong..
But I hope not that bad..
YaAllah..Najjihna fil'imtihan,,fiddun'ya wa filakhirah

Di dekat engkau aku tenang,,
Bahagia di akhir cerita(dengar lagu kris n melly)

Cinta??Teringat kisah silam lagi
Yang penuh dengan pura-pura
Kasihan pada orang itu
Kasihan pada orang ini
And lastly aku yang Kasihan pada diri sendiri

Hmm...back to the issue..
What happen to me?
Tertutup sudah pintu..pintu hatiku(lagu Agnes)
Tertutup ke hatiku untuk menjadi seorang pelajar yang rajin

Terkenang pada kisah Silam
Penuh gilang gemilang
Jika dulu aku begitu giat
menyempurnakan segala hal
Kini...aku begitu liat
meng'awalkan segala hal

Tapi..
bila difikirkan kmbali
telah bnyk juga pengorbanan ku
untuk mereka

Siapa mereka?
Wajah2 kesayangan hamba(teringat malam sendi)
Teman2 ku di kelasku tersayang
Walaupun mereka banyak membuli aku
Namun
Entah mengapa
Aku senang berteman dengan mereka
Dan aku tau mereka menyayangi aku
HEhehe
Perasan

Love is everywhere
Not just for special relationship
My love is for the friendship
Because I value them
As they all valued me
Appreciate what we have
Is the Important thing in life
Cause we dont know
How long the thing we have stay with us
Fate...we dont know anything about it
Qada' and qadar..only on His will



















16 April 2009

HARAPAN

Mengapa manusia sering menyemai harapan yang tidak pasti?

Mengapa kita selalu menjadi mangsa kepada sebuah harapan yang bukan milik kita?

Mengapa kita sering gagal dalam merealisasikan sebuah harapan?

Mengapa kita tidak bijak mengelak diri daripada terlalu mengharap?

Kita adalah manusia..

Yang hanya mampu merancang dan menanti ketentuan Tuhan..

Alangkah besarnya kuasa Tuhan..

Siapalah kita untuk merungut jika harapan tidak kesampaian..

Hanya mampu belajar dari kegagalan dan membina harapan bersandarkan impian..

Alangkah perit jika kita tidak dapat memenuhi harapan orang lain..

Alangkah sedih jika usaha dan keupayaan tidak difahami oleh orang lain..

Kita adalah manusia…

Tidak berkuasa untuk menghukum sesiapa, memaksa sesiapa, mengubah nasib sesiapa..

Janganlah terkilan jika harapan kita tidak tercapai disebabkan orang lain..

Kerana sebenarnya harapan adalah sekadarnadi keyakinan..

Satu ketidakpastian..

Untuk sebuah kehidupan.


-fAfA-

wasiat lukman al-hakim

Wasiat turut memainkan peranan yang penting di dalam berdakwah. ‘Bapa’ memikul tugas yang amat berat untuk memelihara kebahagiaan keluarga yang terdiri dari isteri dan anak-anak. Kita telah dihidangkan oleh Al Quran bagaimana Luqman al-Hakim mendidik anaknya. Dan sebagaimana yang dimaklumi sebuah surah khusus di dalam Al Quran diberi nama dengan nama Surah Luqman.

Abd.Rahman Hassan Al Maidani berkata di dalam bukunya ‘Fiqh Dakwah’ bahawa di sana terdapat 14 jenis permasalahan yang dapat dipelajari melalui kisah Luqman mendidik anaknya melalui ‘wasiat’. Oleh itu marilah sama-sama kita menilai wasiat tersebut yang mengandungi 14 permasalahan penting buat umat Islam selepas ini.

U/P :

1. Tulisan berikut selepas ini berdasarkan terjemahan dan olahan melalui buku karangan Dr.Wahbah Az-Zuhaili dan Abd.Rahman Hassan Al-Maidani yang tersebut di atas.
2. Untuk memudahkan anda,sila rujuk terjemahan/tafsir Al Quran bagi ayat 13-19 Surah Luqman.

Permasalahan Pertama:

Perkara pertama yang diajar oleh Luqman kepada anaknya ialah jangan Syirik kepada Allah s.w.t.. Disebutkan di dalam wasiat ini, bahawa syirik kepada Allah s.w.t. adalah kezaliman yang amat besar. Mengapa? Kerana ia mengandungi syirik terhadap Rububiyatullah (Allah Yang Maha Berkuasa memelihara alam semesta ) dan syirik terhadap Uluhiyatullah (Tidak ada tuhan yang disembah melainkan Allah). Atau dengan ertikata lain, mempersekutukan Allah s.w.t. dengan sesuatu lain yang juga mampu memelihara alam semesta dan mempersekutukan Allah s.w.t. dengan sesuatu yang lain yang juga layak untuk disembah. Inilah Syirik!!!

Meskipun syirik terhadap Uluhiyatullah lebih ringan dari syirik terhadap Rububiyatullah, akan tetapi Allah s.w.t. tidak akan mengampuni dosa orang yang mati dalam hal demikian!

Syirik sebesar-besar kezaliman. Zalim pula bererti meletakkan sesuatu bukan di tempat yang sepatutnya. Lagi sekali kita ingin mengajukan soalan. Mengapa syirik dikatakan zalim? Telah disepakati, bahawa Allah s.w.t.lah yang menciptakan makhluk semesta alam. Allah s.w.t. jua yang menurunkan nikmat. Adakah layak kita samakan kekuasaan Allah s.w.t. ini dengan sesuatu kuasa yang lain? Jika ada di kalangan manusia yang menyamakan kekuasaan Allah s.w.t. dengan kuasa yang lain maka ia telah melakukan kezaliman!!!

Allah s.w.t. sahaja yang layak disembah dan diagungkan kerana apa yang dilakukan-Nya itu tak mampu dilakukan oleh kuasa lain. Tetapi jika kuasa lain yang diagungkan, maka inilah kezaliman. aitulah meletakkan sesuatu bukan di tempat yang sepatutnya.

Inilah yang diperkatakan melalui ayat 13 surah Luqman yang bermaksud:

“Wahai anakku! Janganlah engkau mempersekutukan Allah s.w.t.. Sesungguhnya mempersekutukan Allah s.w.t. itu adalah kezaliman yang amat besar.”

Permasalahan Kedua:

Luqman mengajar anaknya supaya bersyukur kepada Allah s.w.t. di atas anugerah nikmat-Nya yang tak terhitung luas dan banyak. Dan kesyukuran mengandungi erti: Balasan perbuatan yang indah dan baik dengan perbuatan yang juga baik dan indah. Termasuk di dalam erti kata syukur ini ialah beribadah kepadaNya dengan melakukan ibadat-ibadat seperti yang disyariatkan, mendekatkan diri kepadaNya, menuntut keredhaan-Nya dan memuji-Nya serta menghadapkan diri dengan berdoa kepadaNya yang Maha Esa.

Memuji lebih umum dari bersyukur kerana hak mutlak kepujian itu diberikan ke atas yang dipuji pabila bersifat dengan sifat atau sifat-sifat yang baik. Hatta yang dipuji itu tidak melakukan sesuatu kebaikan terhadap pemuji. Dan peringatan ‘kesyukuran’ kepada Allah s.w.t. ini dikaitkan dengan pembalasan pada Hari Qiamat. Jika sekiranya kesyukuran itu kepada Allah s.w.t.,maka akan mendapat balasan pahala dan jika sebaliknya akan mendapat balasan siksaan di atas kekufuran dan keingkaran.

Inilah yang diperkatakan melalui ayat 14 surah Luqman yang bermaksud:

“Dan kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibubapanya…Bersyukurlah kepadaku dan…Kepadaku tempat kembali.”.

Permasalahan Ketiga:

Luqman mendidik anaknya agar berterima kasih kepada ibubapa di atas susah payah dan jerit perih mereka membesarkan dan mendidik anak dengan segala macam pemberian dan kebaikan untuk anak tersayang. Tunaikan hak keduanya terutama kepada ibu. Kerana ibu bersusah payah menanggung penderitaan bermulanya dari proses mengandung sehinggalah melahirkan anak,menyusu sehingga tamat tempoh berakhirnya penyusuan selama 2 tahun dan mentarbiyah anak siang dan malam.

Sesungguhnya ketaatan kepada ibubapa walaupun berlainan agama adalah wajib diikuti kecuali pabila disuruh mengerjakan maksiat dan meninggalkan amal ibadat yang disyariatkan oleh Islam. Maka ketika itu haram mentaati perintah itu.

Lihatlah tingkatan terima kasih (syukur) yang ditonjolkan melalui wasiat ini. Terima kasih/kesyukuran kepada ibubapa datang selepas syukur kepada Allah s.w.t.. ‘Logiklah’ bahawa ucapan terima kasih/syukur ini pertama-tamanya buat Khaliq (pencipta). Selepas itu barulah diikuti pula buat makhluk yang didahului oleh ibu bapa yang tercinta.

Inilah yang diterangkan melalui ayat 14 surah Luqman yang bermaksud:

“Dan kami wasiatkan (perintahkan)kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapanya. Ibunya mengandungnya dengan menderita kelemahan di atas kelemahan dan menceraikan menyusu dalam 2 tahun. Bersyukurlah kepadaku dan kepada ibu bapamu! Kepadaku tempat kembali”

Permasalahan Keempat:

Luqman mendidik anaknya dengan mencegah anaknya dari mentaati ibubapa yang mendesak atau mengajak supaya mensyirikkan Allah s.w.t. dan segala macam perbuatan maksiat yang dilarang Allah s.w.t.

Akan tetapi sebagai anak,ibubapanya harus dilayani ,ditemani dan digauli dalam suasana yang penuh kebahagiaan dan kasih sayang. Anak juga harus melakukan kebaikan kepada mereka berdua seperti menjaga hal ehwal kewangan,menghormati dan berkhidmat kepada mereka.

Inilah yang diterangkan melalui ayat 15 surah Luqman yang bermaksud:

“Dan kalau keduanya memaksa engkau supaya mempersekutukan Aku, apa yang tiada engkau ketahui ,janganlah dituruti;dan pergaulilah keduanya di dunia ini dengan secara patut”

Permasalahan Kelima:

Luqman menasihati anaknya agar melalui jalan yang dilalui oleh mereka yang kembali bertaut kepada Allah s.w.t. dengan keimanan, ketaatan dan meredah jalan yang lurus (jalan yang Allah s.w.t. anugerahkan nikmat kepada mereka).Bukan jalan yang dilalui oleh mereka yang dimurkai Allah s.w.t. dan mereka yang sesat!

Mereka yang kembali kepada Allah s.w.t ini terdiri dari kalangan para Rasul, Nabi, orang benar dan sesiapa sahaja yang mengikuti mereka dengan keikhsanan dari kalangan orang mukmin.

Inilah yang diterangkan melalui ayat 15 surah Luqman yang bermaksud:

“Dan turutlah jalan orang yang kembali kepadaKu “

Permasalahan Keenam:

Luqman berpesan kepada anaknya supaya melakukan ‘pemerhatian’ tentang Hari Qiamat,urusan al- Qadha’,pembalasan amalan serta melakukan pemerhatian terhadap segala arahan menyuruh dan meninggalkan sesuatu perkara di dalam menongkah arus dunia ini.

Inilah yang diterangkan melalui ayat 15 surah Luqman yang bermaksud:

“Nanti kamu akan kembali kepadaKu dan akan Aku beritakan kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan”

Permasalahan Ketujuh:

Luqman menerangkan kepada anaknya akan ’syumul’nya Ilmu Allah melewati ilmu manusia. Allah s.w.t. bebas melakukan apa sahaja tanpa ada halangan. Allah s.w.t. mendatangkan sesuatu yang diinginkanNya dari segenap tempat yang tak mampu dibuat oleh makhluk.

Sesuatu kebaikan,kejahatan,kezaliman dan kesalahan yang diumpamakan seperti berat biji sawi walaupun tersembunyi jauh di dalam batu atau jauh berada di tempat yang tinggi seperti langit atau jauh berada di sedalam-dalam tempat seperti di dasar bumi akan didatangkan oleh Allah s.w.t. jua pada Hari Qiamat untuk dihisab / dihitung dan diberi ganjaran dosa atau pahala.

Inilah yang diterangkan melalui ayat 16 surah Luqman yang bermaksud:

“(Kata Luqman): Hai anakku! Sesungguhnya jika ada (amal engkau) seberat biji sawi dan ada (tesembunyi) dalam batu,di langit atau di bumi ,itu akan dikemukakan oleh Allah dan Allah itu Halus (mengerti hal-hal yang halus) dan Cukup Tahu”

15 April 2009

physic=life

R = L/( µA)

Teringat Miss Chew Wai Peng..lecturer fizik kt matrik..

Rindula pulak..

Die kate equation ni cm prjlnn hidup kite.

R is reluctance leh disamekan ngn rintangan,cabaran &dugaan hidup.

Lis length of circumference leh disamekan ngn mase dlm hidup kte.

A is area leh samekn ngn luasnye pnglamn dan pngtahuan

µ is relative permeability leh samekn ngn keupayaaan dan sifat kite yg constant.

R berkadar terus ngan L :semakin pnjang hidup kite, smakin bnyk rintangn hidup yg prludtmpuhi

R berkadar songsang ngn A:semakin luas pngalamn dan ilmu kite,kite akn rase cabarn hidup tu mnjadi lebih senang.

L brkdr trus ngn A:smakin pnjng hidup kite,smakin bnyk ilmu dan pnglaman yg kte dpt.

Kesimpulannya, stiap orang mmpunyai cabaran dan dugaandlm hidup. Keupayaan dan sifat diri kite dlm mnangani reluctance ini tidak berubah dan tidak mngurangkan beban yg ade spnuhnye. Ilmu dan pngalamanlah yg mmbntu kite mnghadapi cbrn hidup ngn mudah.

lagu rasmi gayung

Dengan Bismillah mula dikata,
Mengingati kebesaran Allah yang mulia,
Kerana wajib telah ternyata,
Segala perbuatan haruslah diserta.

Seni Gayong payung pusaka,
Naungan aneka hikmat mulia,
Rahsia tersimpan di purbakala,
Ilham menyusun zahir semula.

Niatnya bersih baunya suci,
Berseru kepada putera dan puteri,
Agama yang mulia dijunjung tinggi,
Belalah bangsa, adat dan negeri.

Gayong bercantum bersatu padu,
Mengingatkan junjungan empunya seru,
Sama sendiri bantu membantu,
Selamat sejahtera hajat dituju.

hmm..smlm pergi dari majlis penyerahan tali pinggang and malam sehening seharum budi(SENDI09)..sangat seronok..time nak ambil tali pinggang tu berdebar rasenye.huhu.semua pun same.tali pinggang tu kan mlambangkan tanggungjawab yang digalas selaku anak gayung..bukannye setakat tande kite dah lulus ujian.entahlah..aku takut tak larat nak teruskan tanggunjwab sbb mcm xterlayan tnggungjwab yg lain..hmm..biarlah follow the flow.malam SENDi sangat best.makan siput..eh..bukanlah..siput kan haram(bak kate hang lebat).makan seafood.tp aku takde gamba pula..kalau ade majlis macamni..memanglah lagu rasmi gayung akan dinyanyikan..semalam actually aku xingt sngt..dah lame x join program..ginilah jawabnye.tp malam tu aku ingat siket..bersemangat nyanyi.

aku suke lagu ni..sebab lirik die..rangkap pertama je dah terkandung perkara yang sangat penting..menyebut bismillah sebelum mengawalkan sesuatu.memanglah kite perlu mengucap nama Allah dalam melakukan segala urusan supaya Allah merahmati dan memberkati segala urusan itu.Bismillah ini juga kunci segala kebaikan..insyaAllah

rangkap kedua rangkap kedua (tiru lagu adam)..melambangkan warisan melayu yang penuh dengan beraneka kebaikan dan hikmah.silat gayung salah satunye. kebaikan yang perlu dilihat dari luaran dan dalaman…melibatkan fizikal, emosi dan rohani.semoga seni silat gayung kekal, tak lekang dek panas, tak luput dek hujan.

Aku rase lagu ni terkandung banyak tuntutan..tuntutan agama Islam, tuntutan bangsa Melayu, tuntutan negara kita yang Alhamdulillah masih kekal merdeka, tuntutan adat Melayu..pengekalannya..Bak kate cikgu Mohd Noor, ‘atas nama survival Melayu’.

Part last ni aku suke sangat. Malambangkan kerjasama kita sesama ahli gayung tak kire di mana jua. dan juga mengingatkan kita kerjasama yang perlu diwujudkan sesama manusia.Mengingat junjungan empunya seru. Sama sendiri bantu membantu.selamat sejahtera hajat dituju.Jika kita bekerjasama dan mengamalkan apa yang dituntut sebagai orang Islam dan melaksanakan tanggungjawab yang lain..bantu membantu sesama kita, satu adat satu agama, tidak mustahil setiap perkara yang dirancang akan menjadi mudah, selamat dan insyaAllah diberkati dan dirahmati Allah..

07 April 2009

dan bila

7-4-09
smlm aku pergi msi
hm..lme xgi dah.
de zikir..sayu sngt hatiku..bacaan yg menyentuh jiwa
memng ramai yg tersentuh smpai mnangis smlm
Ya Allah, Ampunilah dosaku ini..
TUhanku.aku tak layak ke syurgaMu
namun tak pula aku sanggup ke nerakaMu
ampunkan dosaku terimalah taubatku
sesungguhnya Engkaulah Pengampun dosa-dosa besar..
banyaknye doseku..buakanlah hatiku untuk menerima hidayahMu..

lepas blik msi..trus gi azah buat boat
actually i dont agree sngt with the design
tp..diorng nk buat,knela ikut ksnangn dorg
aku nk pgang pisau pn dorg xbg
uhuhu
last2...mcm krande pn de aku nengok
hehe...
xpela..as long kitorg da kluarkn effort..
insyaAllah tak tenggelam..

04 April 2009

terkenang-tergelak

[you have 4 misscalls from Dr. Shahril]
[you have 2 misscalls from 0123456789]
[you have 1 message from 0123456789]

'OMG..dah banyak kali Dr. Shahril call aku. Kenapa aku ak dengar ek. Oh..silent mode seh.. Macamana pula nak dengar.Wah..sapelah yang empunya nombor ini..lawa gile'..Ifah menyoal dalam hati. Dia memang begitu. Seringkali mengsetkan silent mode untuk telefon bimbitnya. Dia baru saja lepas mandi..Kelas petang itu berakhir jam 6.15 petang. Sangat serabut. Sampai bilik pun sudah pukul 6.25 petang. Sampai-sampai saja, dia terus bersiap menunaikan solat, mandi, basuh baju dan study. Malam itu ada test Marine Hydrodynamic. Baru sekarang dia teringat untuk melihat handphonenya itu. Terasa bersalah pula. Baru dia teringat yang Dr. Shahril maybe akan ada masalah flight.

Ifah membaca mesej yang diterima.

[Ass.Angkatlah handphone!nak bgtau test anjak pukul 9 ni]

OMG..siapa pula ni..ada siapa2 yang pakai no. baru ke..hhu. Ifah memutuskan untuk menelefon saja orang itu. Fikirannya beranggapan yang mengirim sms itu student sepertinya. Rupanya anggapannya meleset. Yang ditelefon adalah Isteri kepada Dr. Shahril.Siap tahu namanya lagi. Oh..Dr. Shahril suruh beritahu test akan dianjak ke pukul 9. Ifah meminta maaf kepada Pn juwita.HUh. Satu kerja pula baginya untuk memberitahu yang lain2. sudahla belum study sangat ni. Ifah menelefon Taufiq menyuruhnya mengkhabarkan kepada jiran-jiran tentang hal itu. Nak call Dr Shahril ke?Ifah tidak mahu mengganggu pensyarahnya itu. DIa yakin Pn Juwita akan memberitahu Dr. yang dia telah maklum hal ini.

[Test kul 9 la]Ifah menerima mesej dari Hidayah. Eh, macamana pula dia tahu ni.Gaya Pn Ju tadi seperti aku seorang saja yang tahu rahsia ini. Haisy..penat saja aku kalut. Rupanya Dr Shahril call Hidayah lepas tak berjaya menghubungi Ifah. Ifah pelik. kenapa perlu bantuan isterinya pula. Habisla, Ifah merungut. Pasti dirinya sudah dipecat menjadi s.u kelas. Ni semua gara-gara silent handphone!

Ifah solat maghrib dan sambung study. Subjek Dr Shahril bukanlah mudah. Peratus lulus pn tidak sampai 50%. Dn Hidayah mengajaknya pergi awal ke fakulti. Ifah hanya bersetuju. Mereka duduk di luar bilik ujian. membincangkan soalan dan bercerita. Ifah membuka cerita tentang Pn Juwita. Sambil tu, Ifah terniat untuk meminta maaf dengan Dr Shahril. Guna SMS saja.
[Sorry Dr. Tak angkat call. Tadi tu saya kat toilet.]Ifah yakin Dr. akan faham. Maksudnya dia di toilet sewaktu Dr. call. Hidayah tergelak-gelak mendengar cerita. Sedang mereka bercerita, Dr menelefon Hidayah. 'Hah..ni mesti sudah malas nak dengar caller ringtone aku. Haha.Ifah bermonolog sendiri. Ifah tidak tahu yang ayatnya telah disalahtafsir.

Hari Isnin selepas itu, Kelas Dr Shahril bermula jam 11pagi.Ketika Dr. masuk, Ifah hanya senyum saja, sambil berharap tiada apa-apa yang diceritakan. Harapan Ifah meleset. Dr. Faizul bercerita mengenai test. soalan test yang Disediakan agak simple. Sebab dia sangat sibuk sebenarnya pada hari test itu. Dengan kejadian2 di Klang yang asyik sesat saja, penerangan yang bertukar-tukar, serabut. Flightnya delay ke pukul 6.30petang.Waktu itulah dia cuba menelefon Ifah, "...tapi malangnya Ifah tidak angkat2 call saya. Saya takut kamu menunggu. Saya pun suruh wife saya call.pun xangkat-angkat. Then saya call Nurul Hidayah. Nasib baik dia angkat. Kamu semua kena berterima kasih kat Nurul lah. Hehe. Lum habis cerita lagi. Pukul 8 tu baru saya dapat mesej dari Ifah. Dia kata sori dr. saya ada dalam toilet. Saya pun pelik apa dia buat dalam toilet lama2. Saya call dia 6.30 dia keluar pukul 8.Maybe tu care dia belajar." Muka Ifah mase tu memang merah. nasib baik dirinya tidakla putih. Dia hanya mahu menutup muka. Dia pun tergelak juga mengingati dirinya diceritakan begitu. Situasi di kelas semakin gamat. Semua ketawa.Huhuu..

"Sorila Ifah..Kita gurau-gurau je" Dr Shahril berkata selamba. Ifah menjatuhkan tangan dari mukanya dan hanya tersenyum mengangguk. Dalam hatinya dia berkata, 'Ni boleh buat saman malu ni.'Tapi dia mengaku dia juga bersalah.

[Ifah, harini saya ada buat kenduri sikit. Ajaklah kawan-kawan awak yang lain tolong-tolong saya]

Hubungan ifah dengan Pn Ju semakin serasi. Ifah telah meminta maaf sekali lagi dan memberitahu hal sebenar. Hehe..Oleh kerana Dr Shahril seperti bersalah kerrana memalukan Ifah, Pn Ju pun selalu mengajak Ifah ke rumahnya. Nasib baik Ifah ada kereta sendiri. Dan malam itu di rumah Dr Shahril, kelihatan seorang mamat yang unknown. 6orang rakan Ifah pun tertanya-tanya. Ifah kata, "biarlah.Tak luak nasi pun kalau mamat tu ada". Malas hendak memikirkan benda itu.

"Tulah Ifah,Fahmi. Ok tak? Sama tak dalam gambar?" Fahmi menoleh gadis yang sedang membasuh pinggan mangkuk.

"Oh..hehe..Maklong ni mula lah tu..Kan Fahmi dah kata..sabar.tapi saya dah siasat alamat dia dah.Nengok kat laptop Pak Long.dekat je. Esok saya nak pergi jumpa Parents dia."

Ifah yang buat-buat tidak dengar hanya terdiam. HUh..boleh pula dapat jodoh macam ni.Dia baru tahun 3. Apa pun, dia hanya menyerahkan semua pada takdir. Sudah tentula parentsnya akan bersetuju. Ok juga mamat tu. Asal pula dia berkenan kat aku. Kebetulan sangat. Ni semua sebab Dr Shahril la ni.Dia menoleh ke arah pemuda tadi. Tidak disangka Fahmi pun sedang memandangnya. Isy.pandangan mata terjoint pulak. Ifah hanya tersenyum malu dan menyambung pekerjaannya. Fahmi..boleh ke?Hehe.

03 April 2009

manufacturing process

esok saya akan menduduki ujian manufacturing process.
proses pembuatan untuk komponen2..
huh..banyak juga yang perlu dibaca..
well..subjek ni membuka minda saya untuk berfikir 'how this things been made?'
sebelum ni tak tahu apa-apa tentang proses pembuatan..
actually benda2 ni banyak dikaitkan dengan pembuatan makanan..
buat agar2,kuih samprit, maruku, karipap..hehe..
esok..topik yang diuji ialah casting and joining process.
casting process/tuangan..macam buat agar2..
cumenye yang dituang sekarang ialah molten metal..metal yang lebur..
bekasnye dipanggil sebagai mold..yang mempunyai cavity mengikut pattern product..
tapi kalau agar2 kita xperlu tutup bekas..
yang ni perlu tutup bekas...ade cope ade drag
dalam bahagian cope..ade corong untuk menuang..nanti xla tumpah2..
dipanggil sprue..dan molten metal disalirkan ke cavity melalui runner

aqil aqilah


Aqilah Nadia melihat-lihat keputusan Peperiksaan Pertengahan Tahun pelajar Tingkatan 5 sekolahnya yang ditampal di papan kenyataan. Namun, bukan namanya yang dicari dahulu. Sebaliknya, dia memfokuskan matanya mencari sebaris nama yang selama ini mencuri perhatiannya, yang dicemburuinya. Muhammad Aqil Iman bin Muhammad Hussein. Budak 5 Bijak Sekolah Menengah Kebangsaan Taman Universiti. ‘Dapat berapa A mamat tu? Nombor berapa dalam tingkatan?’ Itulah persoalan yang ligat di fikirannya sejak mengetahui keputusan peperiksaan telah dipaparkan. Mungkin ramai pelajar sekolah itu yang tidak suka keputusan mereka ditayang sebegitu.Tapi dia sangat suka, bukan untuk menunjuk keputusannya, tetapi untuk melihat keputusan orang lain dan membandingkan dengan keputusannya.


‘Dia dapat..4A1, 4A2, 2B. Nombor 20 dalam tingkatan. Then cari nama aku pulak..4A1,5A2,3B. Nombor 22.’ Huhu. Kalah lagi dengan mamat tu.


Sebenarnya, sudah lama Aqilah sakit hati dengan Aqil ni. Asyik dia je yang lebih cemerlang. Sebab tulah dia dapat duduk kat dalam kelas 5 Bijak tu. Satu-satunya pelajar Melayu yang ada kat situ. Aqilah tak dapat masuk sebab dia budak aliran Sains Agama. Subjek pun lain, susahlah kalau terpisah dengan pelajar yang sama aliran dengannya. Sekarang ni, semua mata melihat Aqil sebagai seorang yang sangat sempurna. Dan Aqilah meluat melihat muka Aqil yang control tu. Tapi, meluat-meluat pun, mata Aqilah akan secara tidak sengaja dapat menangkap kelibat Aqil di mana-mana. Cerita tentang Aqil juga sangat senang melekat di dalam fikirannya. Aqilah pun dah fed up.Adakah suratan atau kebetulan?


“Qil, kau nak nengok result ke?”Entah suara sumbang siapa yang didengari Aqilah. Siapa pula yang panggil aku Qil ni. Kat rumah je orang panggil gitu. Aqilah menoleh ke belakang melihat siapa yang menyoalnya. Terlebih toleh pulak. Mukanya terkena bahu seorang pemuda. “Auch!” Aqilah mendongak untuk melihat bahu siapa yang menjadi sasaran dagunya. Aqil! Kelihatan Zarina di sebelah Aqil seronok mentertawakannya.


Yang ni pun lagi seorang. Diorang cakap mereka ni couple. Hm..Sesuailah. Kan Zarina ni cantik. Tapi perangai dia sombong sikit. Diorang katalah. Aqilah hanya mendengar cakap-cakap orang. Fawwaz dan Izyan, kawan baiknya dari 5 Cerdik selalu menceritakan gossip-gosip sekolah kepadanya. Yalah, dia duduk di kelas agama. Pelajar lain tidak campur sangat. Lagilah semua pelajar perempuan. Namun berita tentang sikap Zarina, dia sendiri tidak pasti kebenarannya. Sebenarnya, dia sudah mengenali Zarina sejak Tingkatan1 tapi bercakap pun jarang-jarang. Jumpa pun jarang-jarang. Kakak Aqilah, Aniqah yang selalu cerita mengenai Zarina dan juga keluarganya. Kebetulan Abang Zarina pernah bercinta dengan Kak Aniqah. Kalau jumpa pun, mereka hanya saling senyum. Kadang-kadang keluarlah ayat, ‘Abang aku kirim salam kat kakak kau.’


“Sorry.” Kedengaran suara pengawas yang segak itu meminta maaf. Serentak pula dengan Aqilah. Eleh, depan awek buatlah gentleman. Boleh pulak dating sekarang. Takde kelas ke. Menyampah. Tanpa melihat wajah Aqil, Aqilah hanya mengangguk dan terus berlalu menuju ke kelas yang sepatutnya menjadi lokasinya ketika itu. Kelas Syariah Islamiah. Kebetulan ustazah masuk lambat hari itu. Dia pun mengambil kesempatan.

………………………………………………………………………………………………

“Weh, tadi tu sape ek?Macam selalu nampak tapi tak tau nama.”

“Laa…Tak kenal. Tu yang duduk kat nombor 22 tu minah tulah. Dia tu memang pandai tapi pendiam sangat, orang pun tak perasan.” Zarina memberitahu ringkas. Sebenarnya dia dah bosan abangnya asyik bercerita tentang keluarga Kak Aniqah. Seperti terlalu memuji-muji.

“Oh..Rupanya dialah yang selama ini membuatkan hatiku tertanya-tanya. Eh, sastera pulak. Ingatkan sapelah yang selalu dapat result gempak macam ni.”

“Eleh, cakap macam kau tak gempak. Pasni kau ada kelas tak?Hm..apalah jantina anak Ustazah Fauziah ek?Tiba-tiba je beranak hari ni.”


“Kau ni belajar Bio ke tak? Apa pulak tiba-tiba. Dah anak dia nak keluar. Jomlah, aku nak balik kelas. Si jaja pun dah sampai dah tu. Lamanya dia kat toilet.” Jaja mendapatkan mereka berdua. “Eh, macamana kau boleh berada di sisi lelaki ini?”


“Kau pun dah suka buat ayat sastera macam Aqil ek. Boleh ganti Cikgu Diana. Tadi jumpa dia, Sarjan Aqil baru lepas hantar fail Kadet Polis kat Cikgu Adnan. So, kami pun berjalan seiringan. Hehe.”


Sebenarnya Jaja tahu, Zarina dalam proses untuk mendapatkan cinta Aqil kembali. Mestilah dia yang mengikut Aqil dan membuatkan Aqil terpaksa melayaninya. Mereka sudah tiga bulan clash tetapi tetap berkawan. Entah mengapa mereka clash, Jaja tidak tahu. Kalau ikutkan Aqil, mestilah dia lebih suka balik ke kelas dan membuat latihan. Aqil hanya mendiamkan diri dari tadi. Entah kenapa sebaris nama itu berlegar-legar di fikirannya.. ‘Aqilah Nadia. Cantik nama. Orangnya pun sweet je. Kalau nak kira cantik, Zarina lagi cantik. Body Zarina lagi lawa. Eh, gatal juga aku ni. Zarina ok tapi…’ Lamunannya terhenti apabila melihat Ustazah Badariah mengangkat buku yang sangat banyak. Dia terus memberikan pertolongan.


“Nadia, kau gi mana?Nak pinjam karangan “Assolat” kau. Aku nak buat ilham. Hehe. Tak reti aku Bahasa Arab ni.” Dayah terus mendapatkan Aqilah Nadia sebaik saja dia sampai ke kelas. Suasana kelas itu sunyi sekali, semua belajar. Kalau berbual pun, punyalah sopan. ‘Baiknyalah kawan-kawanku ni. Aku pun sama gak. Hehe.’. Aqilah melangkah ke tempat duduknya dikuti oleh Dayah.


“Ala..Aku pergi toilet pun tertunggu-tunggu. Nah, bukan aku buat sendiri. Kan Ustaz Din yang bagi hint sikit-sikit.” Buku tulis bertukar tangan.


“Yalah, tapi aku rasa kau sorang je yang faham Pak Arab tu cakap apa.”Tiba-tiba Dayah menepuk bahu Aqilah dan berkata dengan exitednya, “Eh..Nadia, Aqil lah. Cutenya dia.Baik pulak tu, angkatkan buku-buku kita.”


Aqilah yang baru hendak mebaca satu ayat dari buku Syariahnya berkerut dan menoleh keluar. Terus dia membuat muka jelek. “Eleh..Tolonglah. Tau tak aku rasa muka dia tu muka ‘lempanglah-lempanglah. Tu tadi mestilah Ustazah tangkap dia kat tengah jalan tadi. Sapa suruh dating tengah jalan. Nak cover line, buat-buat tolong cikgu. Dah...Ustazah dah masuk tu.” Aqilah dan Dayah bangun setelah mendengar arahan dari ketua kelas mereka, Fifi. Aqilah melihat Aqil yang ‘bajet cool’ itu keluar selepas meletakkan buku-buku di atas meja guru. Entah kenapa dia perasan Aqil seperti memandangnya dari luar di sebalik tingkap kelas. ‘Ah, perasan je aku ni.’ Aqilah memberi perhatian semula pada kelas tersebut.


Keesokan harinya, Aqil sekali lagi mendengar rungutan dari kawan baiknya, Yong Seng tentang pelajar datang lambat. Seperti biasa, Yong Seng memang selalu menjaga pintu pagar dan merekodkan pelajar yang datang lambat. Aqil tidak pernah mendapat duty begitu. Dia telah diberi kepercayaan menjaga Unit Audio. Jadi, muka dialah yang selalu terpampang di depan semasa perhimpunan setiap pagi menguruskan mikrofon dan speaker. Setiap pagi kena tayang mukanya yang handsome itu. Yong Seng menyambung rungutannya. Aqil menjadi pendengar setia. Dalam hati dia menyalahkan Yong Seng juga, terlalu strict. Lambat seminit dua pun nak berkira. Lepas tu, jaga pintu pagar tu punyalah garang. Tak reti nak buat muka polite sikit. Memangla orang menyampah.


Ramai yang datang lambat buat tak tahu saja berjalan di hadapannya. Ada yang datang lambat, pakaian sekolah tak lengkap. Ada yang boleh nak letak beg dahulu di kelas. Tak reti-reti hendak beratur segera. Ada yang memang hari-hari datang lambat. Tak serik-serik. Yong Seng menyebut nama-nama pelajar yang selalu terlewat. Tiba-tiba telinga Aqil menangkap satu nama yang disebut Yong Seng. Aqilah Nadia? Seminggu tiga empat kali lambat. Patutlah Cikgu Disiplin tak ambil jadi pengawas walaupun pandai. Dia pernah juga melihat Aqilah Nadia berdiri di hadapan perhimpunan mengikut arahan Cikgu Disiplin. Barisan pelajar lambat dan tidak mematuhi peraturan pakaian. Berkerut-kerut muka gadis itu seperti bukan dia yang bersalah.


“Dahsyat ye budak ni Seng. Mesti sign dia dah banyak kat buku kau ni.”

“Exactly.. Dia pun dah tahu dah nak buat apa. U tau, sampai kadang-kadang dia yang minta buku ni nak sign. I rasa dia ni ada masalahlah. Bila tengok muka dia ho, banyak kasian..Pity her.”

“Haha. Kau nak tak tukar unit dengan aku? Switch job. Aku dah lama tak jaga pintu. Kalau ayat..em,pujuk Puan Rossa sikit, mesti dia bagi punya.”

“Boleh juga. Tapi kau kena ajar betul-betul nak handle bilik audio tu. Nanti banyak problem.”


Kedua-dua mereka menuju ke bilik Cikgu Disiplin selepas kelas mereka tamat pukul 1.10 petang. Kepala masing-masing masih berserabut memikirkan masalah Matematik Tambahan yang baru diserahkan oleh Cikgu Hafifi. Gila susah! Aqil mengakui dia kurang mahir subjek itu. Tapi, Aqilah Nadia bolah pula selalu skor subjek ni. Sebenarnya, dia pun selalu juga melihat result Aqilah Nadia walaupun tidak kenal sebelum ini. Buat membakar semangat untuk bersaing. Result pun ok. Mereka berbincang dengan Puan Rossa tentang hasrat mereka. Oleh kerana Aqil anak kesayangan kebanyakan guru di sekolah itu, dengan mudahnya permintaan mereka diterima. Minggu depan, Aqil akan menggantikan tempat Yong Seng.


Aqilah Nadia berbual dengan Izyan di tempat menunggu bas bawah pokok. Namun, dia bukanlah menunggu bas tetapi menunggu ayahnya. Ayahnya selalu lambat. Kadang-kadang nak dekat 1jam dia menunggu. Topik yang selalu diperkatakan oleh Izyan ialah tentang Kadet Polis. Sibuk bercerita semua aktiviti persatuan itu. Maklumlah, setiausaha. Dari Kadet Polis bertukar ke topik Pengerusinya, Sarjan Muhammad Aqil Iman. Sedang dia bercerita, tangannya melambai sekejap pada Aqil yang menunggu di seberang jalan. ‘Bila pulak mamat tu tercongok kat situ. Pastu lagi nak buat muka ‘bencilah aku bencilah aku’.’ Aqilah menyoal dalam hati. Seingat Aqilah, Izyan dan Aqil sudah lama berkawan. Sebelum sekolah menengah lagi. Dia teringat dulu Izyan pernah memberitahu prinsip hidup Aqil. ‘Hidup mesti berlagak.’ Entah betul entah tak. Tapi bagi Aqilah, nampak sangat prinsip hidup zaman kanak-kanaknya itu sedikit sebanyak mempengaruhinya. Memang dia berlagak pun sekarang. Aqilah melihat Aqil melambai balik ke arah Izyan. Izyan menegur Aqilah kerana membuat muka tiada perasaan pada Aqil seperti langsung tidak mengenali Aqil. Aqilah membuat muka selamba. Memang pun dia tak kenal dengan mamat tu.


4 bulan kemudian....................


Aqilah Nadia keluar dari rumahnya menuju ke perhentian bas pada pukul 6.15 pagi. Begitulah rutin hidupnya sekarang. Sudah hampir 4 bulan dia menaiki bas sekolah untuk ke sekolah setiap hari. Sekarang, dia tidak perlu menunggu ayahnya untuk menghantarnya ke sekolah. Entahlah, bukan dia mahu menyalahkan ayahnya tetapi memang ayahnya yang selalu membuatkan dia lewat. Kadang-kadang, dia sudah siap berpakaian tetapi ayahnya tidak reti-reti. Siap nak sarapan dulu, bagi ayam makan,seperti tiada apa yang berlaku. Yang tak tahan kalau ayahnya secara tidak sengaja menghantar ibu dulu ke tempat kerja sedangkan dia sudah terlewat. Punyalah sakit hati. Macamlah ibu tu kena beratur. Huhu. Sebenarnya, dia tidak meminta kebenaran dari ayahnya pun untuk menaiki bas sebab dia tahu confirm2 ayah tak bagi. Duit pendahuluan tambang bas pun dia yang bayar sendiri.

Kenapa dia nekad nak naik bas? Mestilah sebab malas nak menunggu lagi. Cuma tambang balik kadang-kadang terpaksa burn sebab dia ada tuisyen sampai pukul 5 petang. Selalu dia menyuruh Kak Atiqah mengambilnya.Sebab lain? Aqil Iman. Huhu. Dia teringat peristiwa 4 bulan lepas. Dia sebenarnya pelik kenapa mamat tu tiba-tiba terpacak kat pintu pagar hari tu. Hari tu dia seperti biasa terlewat. Punyalah berlari-lari naik tangga. Apalah nasib sekolah tu kena naik tangga dulu baru jumpa pintu pagar. Lupa pula tu bukan pintu pagar utama. Time dah sampai atas tiba-tiba kakinya tersadung apentah, badannya pun terdorong ke depan nak menjatuhkan diri. Tapi ada tangan yang mencapai lengannya membuatkan dia tak jadi nak jatuh. Buat penat je jerit masa tu. Bila dia tengok siapa heronya, dia pelik. Bukannya Chinese boy yang selalu jaga tetapi Aqil. Dia ingat lagi dia sempat memuji Aqil dalam hati. Aqil pagi itu macam handsome sangat sebab buat rambut style lain, senyumannya ikhlas. Dengan wajah yang terkena pancaran matahari pagi. Hilang semua rasa meluat kat mamat tu. Namun dia berhenti layan blues. Dia mengucapkan terima kasih dan terus ke tapak perhimpunan.

Beberapa hari selepas kejadian itu, dia sedaya upaya untuk tidak lewat lagi. Takkanlah nak menatap wajah Aqil tiap-tiap hari. Kadang-kadang saja dia lewat. Itupun sekali dua saja Aqil mencatat namanya di buku laporan. Mengapa dia berbuat begitu, Aqilah sendiri tak kuasa nak tanya. Aqilah akui Aqil seorang pengawas yang berhemah. Sampai-sampai pintu pagar, nampak mukanya tersenyum dengan pelajar yang baru datang. Macam penyambut tamu pun ada. Kalau dia minta sign dan bertanya sebab lewat pun, punyalah berbudi bahasa. Pernah juga dia disoal begitu dan dia menjawab jujur orang yang hantar lambat siap. Terus saja Aqil menjawab, “Nape tak nek bas macam Zarina?” Boleh pula dia kaitkan dengan aweknya. Huh..Beberapa hari kemudian, dia cuba untuk memastikan ayahnya bersiap awal tetapi tetap juga terlewat kadang-kadang. Walaupun tidak terlewat, Aqil sudah terpacak di pintu pagar itu. Terpaksa juga melihat muka Aqil setiap hari. Naik meluat. Jadi, dia memutuskan untuk menaiki bas sekolah. Lagi awal. Tidak perlu berjumpa dengan Aqil sampai-sampai sekolah.

Aqil menjalankan tugasan hariannya, menjaga pintu pagar. Macam pak guard je bunyinya. Minggu depan, dia akan menjalankan tugas asalnya, menjaga bilik audio. Dia dah naik jemu pulak jaga kat situ. Dah lama tak jumpa Aqilah kat sini. Fikir Aqil. Secara jujurnya dia suka melihat aksi Aqilah kalut sebab terlambat. Memang innocent gila. Tapi betul kata Zarina. Pendiamnya. Orang tanya sepatah jawab sepatah. Taulah suara cute. Dia selalu juga nampak Aqilah berbual dengan Izyan. Nampaknya mulut Izyan yang lebih banyak bergerak. Si Aqilah hanya mengangguk dan kadang-kadang mencelah.‘Eh, sejak bila pula aku fikir-fikir pasal dia ni’.

Fikiran Aqil beralih kepada Peperiksaan Percupaan SPM yang bakal menjelang. Minggu depan je. Huhu. Bukannya dia tidak bersedia tetapi takut tu mestilah ada. Apapun, dia akan berusaha sedaya upaya untuk mendapat keputusan yang lebih baik dari Aqilah Nadia dalam beberapa subjek yang sering dikuasai gadis itu. Malulah kalau dapat markah rendah daripada minah tu. Lagipun, memang sepatutnya dia dapat keputusan yang lebih baik sebab dia ada lebih masa. Dia hanya mengambil sepuluh matapelajaran manakala Aqilah mengambil tiga belas matapelajaran. Siap ada Pendidikan Seni Visual. Banyak kerja tu. Kawan-kawan Zarina pun ada ambil Seni. Diorang ada juga cerita tentang Aqilah pandai melukis. Hm..mesti lawa.


Sebulan kemudian...


Keputusan Percubaan telah pun ditampal di papan kenyataan. Aqilah takut juga hendak melihatnya. Namun dia seperti ditarik-tarik ke situ. Teruja hendak melihat result Aqil. Sebaik sahaja waktu sekolah tamat, Aqilah mengajak Fawwaz melihat keputusan mereka. Fawwaz seperti tidak bersemangat. Yalah keputusannya bukan gempak sangat. Tapi dia terpaksa melayan kerenah Aqilah Nadia yang pelik itu. Konon kata menyampah kat Aqil tapi semangat gile nak nengok result mamat tu. Memanglah dia kata nak nengok result diri sendiri tapi sampai-sampai je search nama orang lain. Nadia..Nadia..Nasib baik dia dah kenal Nadia lama. Dia pun dah kenal sangat sikap Nadia yang suka memendam perasaan. Memang dari dulu Aqilah tidak suka bila dia bercakap tentang Aqil. Kenapa dia bercerita pasal Aqil lak?Sebab Fawwaz suka kat Aqil. Dululah. Minat-minat gitu. Dah minat mesti nak berkongsi cerita. Aqilah Nadia seperti biasa lebih suka mendengar. Yang dia pelik, Nadia akan ingat dengan mudahnya semua cerita yang dia cerita. Kejadian yang berlaku pada Aqil. Dia yang menceritakan pun dah lupa. Selepas Aqilah Nadia berpuas hati dengan apa yang dilihatnya, barulah sibuk bertanyakan tentang keputusan Fawwaz.


Aqil Iman yang sudah lengkap berpakaian sukan melihat papan kenyataan yang memaparkan keputusan pelajar sekolahnya. Tak puas hati! Dia sedikit kecewa melihat keputusan Aqilah yang lebih baik daripadanya. Aqilah mendapat nombor 18 dalam tingkatan manakala dia berada di tempat ke 20. ‘Eee budak ni. Tunggu time SPM. Eh, SPM mane ade carta. Huu..Agaknye sebab dia dah datang awal sekarang ni, mesti study before pergi perhimpunan. Dahlah buat aku tertunggu-tunggu dia datang. Eh, apsal pulak aku tertunggu-tunggu dia?’ Yong Seng yang berada di sebelahnya berkerut dahi melihat sikap Aqil yang hot tiba-tiba. Nak kata result k.o, Aqil telah mendapat 9A dalam Peperiksaan Percubaan.


“Qil, jomlah. Kita ada rehearsal ni. How long u want to stare at that stupid board? Pelikla, dari tadi U tak cakap-cakap.”

“Eh, dah lama ke? Ok. Jom. Aku saja nak relaxkan suara aku ni kejap.”


Mereka beredar ke padang sekolah. Petang itu, mereka ada latihan kawad kaki untuk Hari Kokurikulum yang akan berlangsung Sabtu ini. Dan Aqil selaku Kapten Kadet Polis akan meng’conduct’ acara perbarisan. Hari Koku memang acara tahunan setiap tahun dan selalu diadakan selepas Peperiksaan Percubaan. Time nilah pelajar sekolah itu menunjukkan apa yang telah mereka pelajari pada waktu kokurikulum dan mempersembahkannya. Selain kawad kaki, ada juga aktiviti lain seperti jualan, pameran, persembahan tarian, boyband dan banyak lagi. Yang istimewanya, ada group yang bertanggungjwab mengambil gambar segala persiapan untuk Hari Koku tersebut dan gambar-gambar tersebut akan dijual.


Sedang Aqil berjalan ke padang, dia melihat seorang pelajar perempuan memakai baju Silat. Tiba-tiba dia teringat wajah Aqilah Nadia yang selalu mempersembahkan demontrasi silat ketika ketibaan VIP. Baru sekarang dia perasan yang sebenarnya dah lama dia melihat Aqilah Nadia. Cuma dulu tak kenal. Selalu juga dia mengamati gerak langkah gadis itu ketika membuat demo. Kadang-kadang memang hancur gile tapi dia suka melihat gaya gadis itu yang pura-pura tenang. Kadang-kadang dia melihat gadis itu tekun membuat lukisan mural. Sebab Zarina selalu menyibuk time kawan dia lukis-lukis. Dia tolong tengok saja. Dan kadang-kadang dia memerhatikan Aqilah yang satu-satunya budak yang senyap ketika itu. . Sebab kawan-kawan Zarina semua kecah-kecah belaka. Aqilah hanya turut ketawa bila keluar lawak bodoh mereka. Heran! Nape oleh ingat semuanya? Mungkin inilah sebab dia memutuskan hubungannya dengan Zarina.Fikirannya tidak boleh fokus pada Zarina. ‘Tapi, takkanlah aku minat dia minah pandai tu kot..nak kata lawa, Zarina kan lagi lawa. Peramah.’


Aqilah Nadia duduk keletihan di tepi longkang di pintu pagar sekolah. Malas dia hendak menunggu di bus stop bawah. Nak seberang segala. Dia dah suruh ayahnya mengambilnya di situ walaupun tak tahu bila ayahnya akan sampai. Dia tahu tempat tu tak strategik tapi dia penat sangat selepas training untuk membuat demo menyambut VIP. ‘Asyik buat demo je sampai VIP pun dah kenal aku.’ Tepi longkang pun jadilah. Apa salahnya jadi Mak Guard sekejap. Setiap kereta yang keluar masuk mengambil perhatiannya sehingga buku yang dibuka ditutup kembali. Saja je nak sedekahkan senyum kalau cikgu yang lalu. Dia menunggu dan menunggu sampai setengah ja lamanya. Muka pun yang dari tadi boleh jadi Mak Guard terbaik terus tak dapat. Cemberut..Tiba-tiba aura sakit hatinya bertukar menjadi meluat. Kereta Wira milik Aqil, eh bapak dia punya, dipandu keluar. Dia yang berjalan ke hulu ke hilir kerana kegelisahan dari tadi hampir saja dilanggar. Dia dah berkerut dah. Aqil membuka tingkapnya.


“Nak tumpang sekali?Rumah kau dekat dengan rumah Zarina kan?” Tanya Aqil ramah. ‘Weit, janganlah buar senyum mencairkan and buat-buat ramah.’ Rungutnya dalam hati. Aqilah melihat-lihat Zarina yang ada di sebelah Aqil tersenyum-senyum gedik. ‘Ada minah ni rupanya.’ Dia menggeleng. “Takpe..tunggu Ayah. Terima kasih.” Dia melihat kereta itu berlalu dengan sakit hati. ‘Asyik-asyik Zarina. Eh, yang aku kisah kenapa.’


2 bulan kemudian...


Kegembiraan jelas terpancar di wajah pelajar-pelajar Tingkatan 5 S.M.K Taman Universiti.Peperiksaan SPM telah pun berakhir. Sekarang mereka hanya perlu berdoa untuk mendapat result yang setimpal dengan usaha mereka. Aqilah Nadia mengangkat handphonenya yang berdering.

“Helo, orang baru nak call. Hah?!Naik Teksi? Ala..Oklah. Takpe.”


Panggilan yang menghampehkan. Baru saja dia berasa gembira tetapi ada yang spoilt pula. Parentsnya ada hal dan menyuruhnya menaiki teksi. Tak de duit..Sedang asyik dia memikirkan hal apa yang penting sangat tu, ada seorang minah memnaggilnya. Dia menoleh ke arah gadis itu. Zarina n her boyfriend lagi. Wekk!

“Ada apa?” Tanyanya lembut. Ceh,,bab berlakon ni dia memang terlatih.


“Ni, abang aku kasi kakak kau.” Zarina menyerahkan beg kertas kepadanya. Eh, hadiah! Harini birthday Kak Aniqah ke? Haahla..Boleh pula dia lupa hari jadi kakak sendiri. Patutlah mak ayah tak dapat ambik. Mesti diorang pergi beli barang untuk masak yang sedap-sedap hari ni.

“Kau tunggu ayah kau ke?” Zarina bertanya ramah. Sebenarnya, dia ni takdelah jahat sangat. Aku saja yang lebih-lebih.

Dia menggeleng. “Tak, Mak aku suruh naik teksi.” “Laa..naik aku lah sekali. Tapi mamat tulah yang bawak. Takpe. Rumah kita takdelah jauh sangat.” Zarina mempelawa macam kereta tu dia yang punya.

“Boleh ke...Ok.” Oleh kerana hendak pulang cepat, dia pun bersetuju. Nak buat kek kat rumah. Zarina mendapatkan Aqil bertanya-tanya dan Aqil yang sibuk menyain baju sekolah kawan-kawannya memandangnya tajam. Macam nak scan pun ada. Aku tak bawak papelah nak yang boleh jahanamkan kereta papa kau tu. Dan kesudahannya, duduklah dia dalam kereta papa Aqil, Dr Hussein. Macamana tau doktor? Si Zarina ni dari tadi menceritakan susur galur keluarga Aqil. Yang tuan punya kereta dok diam je. Dia pun adalah juga menjawab sikit-sikit apa yang Zarina katakan. Kesian pulak kalau tak layan.


Tiba-tiba je si Aqil yang diam membisu ni tanya kenapa pilih Arab dan ambil Seni. Eh, nak wawancara pula. Nak kata practice buat karangan wawancara, SPM dah habis. Aqilah tida pilihan memberitahu jawapannya dengan tergagap-gagap. Yelah, tak biasa cakap dengan lelaki. Tapi panjang juga alasan yang dia berikan. Hehe. Sorry Zarina. Sekarang aku pulak yang conquer the conversation. Aqilah pun pelik dia boleh berbual pulak dengan mamat bajet cool yang muka lempanglah-lempanglah. Haha. Kalau Fawwaz tahu ni mesti dia cakap yang bukan-bukan. Baginya, hari terakhir sekolah itu dipenuhi dengan peristiwa yang penuh makna.


7 tahun kemudian...


Perkahwinan Kak Afiah berjalan seperti yang telah dirancang. Siap ada AJK Pelaksana tu. Aqilah menjadi AJK Dalam Rumah iaitu AJK yang melayan kerenah tetamu yang tak reti-reti duduk luar a.k.a buat macam rumah sendiri. Hah! Nasib baik ada Kak Atiqah yang menjadi Partner nya hari itu. Sebenarnya, dia baru mendapat tugasan itu kerana dia pun baru balik ke rumah itu. Maklumlah, sekarang dia bekerja di ibu pejabat Jabatan laut di Port Klang sebagai Marine Engineer. Jarang sangat dapat peluang untuk pulang ke Johor. Dia sedih juga kerara tidak dapat menolong Kak Afiah sangat. Nasib baik adik beradiknya ramai. Aqilah Nadia melihat sekeliling rumah yang penuh dengan warna biru laut. Tema katakan..Warna kegemaran dia dan kak Afiah. Laut yang biru. Dia sudah sebati dengan marin. Hmm..ramainya saudara mara yang dia tidak kenal. Entahlah.Mungkin tak selalu balik kampung dan ingatan tak kuat membuatkan dia tidak mengenali hampir 60% tetamu yang hadir. Teruknya. Tapi siapa suruh jemput ramai-ramai. Cikgu-cikgu dari sekolah lama mereka, SMK Taman U pun dijemput. Ialah, dulu Kak Afiah pernah practical kat situ. Tapi dia belum nampak seorang pun kelibat bekas cikgunya. Lamunannya terhenti apabila mendengar Kak Atiqah memanggilnya.

“Qil, tunjukkan budak ni toilet.” Aqilah Nadia melihat siapakah gerangan budak yang dimaksudkan. Ceh, dah besar panjang panggil budak. Apalah kak Tiqa ni. Nasib baik Cikgu Bio bukan Cikgu B.M. Dia melihat ‘budak’ itu berjalan menunduk. Tak nampak sangat siapa. Kalau nampak pun bukan dia kenal. Apentah jalan tunduk-tunduk. Malu konon.


“Keykey. This way ye.” Tunjuknya penuh budi bahasa. Tak sia-sia masuk kelas Etiket Sosial. Dia membawa pemuda itu ke toilet yang baru dibersihkan pagi tadi olehnya. Last Minute tu.

“Ok. Kat sini.” Ujarnya sambil memandang wajah pemuda itu yang telah mengangkat kepala. Penat kot. Dan dia sangat terkejut melihat wajah itu. Wajah yang sering bermain dalam tidurnya. Wajah yang sering dirinduinya. Wajah yang membuatkan dia mengatakan ‘no’ pada setiap lelaki yang ingin menjadi kekasihnya. Wajah yang ‘lempanglah-lempanglah’? Haha. Masih sama.

“Qil?” Kedua-dua mereka bertanya serentak dan ketawa kecil. Sure orang lain pelik kitorang gelak-geak depan toilet. Dahla pakai baju sedondon. ‘Hai, Aqil ni. Macam gaya tak nak jumpa aku je. Sure dia dah kahwin dengan Zarina. Eh, tapi takde dapat kad jemputan pun. Kan satu kampung. Eh, lupa pula Zarin dah pindah.’

“Em..mana Zarina?” Aqilah memberanikan diri bertanya.

“Zarina?Japlah Qila. Aku dah tak tahan ni. Pasni kita berbual ye.” Aqil menghadiahkan Aqilah senyuman yang membuatkan jantung gadis itu berdegup pantas. Terlebih vibration pula. Senyuman yang sama sewaktu Aqil menyelamatkannya dari terjatuh.


Lama Aqil di toilet bukan hanya untuk melepaskan hajatnya tetapi untuk berfikir kebetulan yang terjadi. Dia ke sini kerana Cikgu Amir mengajaknya. Memang hubungannya dengan Cikgu Kadet Polis itu sangat akrab. Kebetulan, isteri dan anak-anak Cikgu pulang ke kampung. Tak sangka ni rumah Aqilah. Tadi Cikgu Amir ada juga beritahu yang majlis ni merupakan majlis bekas guru dan murid SMK Taman Universiti. Tengok pengantin tadi, memang dia tak kenal. Lagipun dah bertahun dia tak ke kawasan sini sebab Zarina sudah berpindah.


Aqilah Nadia tersenyum sendirian menunggu Aqil keluar dari bilik air di dalam nbiliknya. Kenapa dia boleh sampai ke sini. Boleh pula pertemuan semula di depan bilik air. Tak romantik langsung. Dia menilai Aqil yang sekarang. Entah mengapa dia lebih suka Aqil yang sekarang. Nampak jauh lebih humble, tiadalah bajet-bajet cool. Ketika Aqil keluar dari toilet, diasedang mengingati peristiwa hari terakhir SPMnya. Selepas petang Aqil menghantarnya, dia sering teringat-ingat akan Aqil. Entah kenapa. Padahal dulu menyampah. Dan Aqilah akui dia selalu juga selalu melihat-lihat file gambar Hari Koku yang dibelinya selepas itu. Sekadar ingin melihat Aqil Iman. Aqilah kEluar dari bilik dan melihat Aqil terkial-kial membetulkan samping. Apa keslah mamat ni?


Aqil Iman membetul-betulkan samping yang dipakainya. Siapa suruh pakai samping. Skema giler. Ni Cikgu Amirlah yang suruh ni. Macam nak nikah pun ada. Ni siapa yang nak tolong betulkan ni? Tanpa disangka-sangka, Aqilah yang berkebarung biru datang memberikan bantuan. Sama seperti yang dibuat oleh mama sebelum dia bertolak ke rumah Cikgu Amir tadi. Memang Aqil tidak reti bab samping-samping ni. Dah lama tak pakai. Ketika gadis itu membetulkan ikatan sampingnya, dia merenung Aqilah lama. Rindu? Memang dia rindu pada gadis ini. Dia akui perasaan cinta pada Zarina memang tiada. Walaupun dia cuba melayan Zarina dengan baik, namun tidak berjaya untuk mewujudkan getaran yang dirasakannya ketika ini. Aqilah semakin dewasa, semakin matang, semakin cantik. Lain dengan gambar-gambarnya yang sering dibeleknya di laptop ketika menuntut di UK. File gambar Hari Kokurikulum itu dibawa kemana-mana. Buat pengubat rindu pada Aqilah. Ok..Dia tahu dia merindui orang yang tiada ikatan dengannya. Mereka tidak pernah mengikat apa-apa ikatan namun dia menyerahkan pada jodoh. Dia hanya mampu berdoa kepada Allah. Dan sekarang Allah mempertemukan mereka berdua..di depan toilet. Huuu..


“Dah siap.” Ucap Aqilah sambil memandang muka Aqil. Dia tidak sedar yang selama ini Aqil merenungnya dalam. Pandangan mata mereka bertaut. Aqilah terus menundukan muka. Terasa mukanya panas dek malu. Namun, hatinya berbunga-bunga.

“Qil, Mak Ngah dah nak balik tu.” Athirah memanggilnya, memecah suasana perbuaan bisu yang sedang berlangsung.

“Qil!..Eh,,Qila.Aku ambil no phone kau je la. Aku datang dengan Cikgu Amir. Dia ada jemputan lain. Nak beredar dah ni.” Mereka bertukar-tukar nombor telefon. Sebelum pulang, Aqilah sempat memperkenalkan Cikgu Amir, dan memperkenalkan Aqil kepada ibu bapanya. Aqilah dapat melihat wajah-wajah ladies and gentlemen yang teruja mengolah suasana menjadi ayat. Dah mulalah nak gosip adik beradik.

................................................................................................................................................

Selepas pertemuan itu, mereka sering berjumpa dan keluar bersama-sama. Ibu bapa Aqilah juga merestui hubungan anaknya dengan Dr. Aqil, seorang doktor di Hospital Sultanah Aminah. Walaupun Aqilah hanya berkata hanya sekadar kawan.

“Dr. Aqil..Kenapa tak jadi sarjan?”

“Oh..Kalau gitu kenapa Pendekar Aqilah tak teruskan perjuangan?” Mereka ketawa bersama. Pelik. Kalau dulu jarang benar ingin berbual. Hanya memendam rasa sahaja.

“Aqil, Qila nak cakap terima kasih. Walaupun Aqil tak buat benda ni, tapi Aqil dah memberikan inspirasi untuk Qila dapat kejayaan dalam SPM. Sebab selalu nak bersaing dengan Aqil lah, walaupun niat memanglah untuk belajar. Thanks a lot.”

“Hah.Sebenarnya aku pun cam kau Qila. Selalu tengok keputusan kau yang gempak tu. Tak sangka aku kau ingat aku dengan Zarina couple. Kitorang dah lama putuslah. Tulah. Dengar lagi cerita Izyan tu. Aku tak de feel kat Zarina. Ingat dah tak rasa jiwang-jiwang lagi. Tapi, hati aku tiba-tiba ter‘attract’ kat seseorang. Tapi macam berbeza sangat pula dengan dia. Nengoklah, result pinangan esok.” Aqilah yang mendengar hanya mampu terenyum. Hancur segala harapan hati. Benci Aqil!Macam nak lempang pun ada..

“Yeke? Bertuah dia dapat doktor muda macam kau kan? Jangan risau. Sure dia terima kau punya.”

Aqilah meminta diri untuk menenangkan fikirannya. Perasaan menyampah menebal di jiwa. Aqil telah membuat dia jadi perasan! Hu..sedihnya hati. Lumatnya hati kau hancurkan, Aqil.

................................................................................................................................................

Aqilah mengintai-intai rombongan meminang yang tiba di rumahnya selepas Zuhur. Aisy!Awalnya si Athirah ni nak kahwin. Langkah bendul pulak tu. Aku nak minta apa ek sebagai kakak? Rantai ke beg tangan ek? Semalam baru jumpa beg Guess lawa gile.’

Sedang dia berfikir-fikir, ibunya datang kepadanya dan berkata, “Keluarga Aqil nak pinang kaulah, Qil. Camana? Setuju?”

“What the....Bukan dia nak pinang Athirah?”

“Gila apa budak ni. Tulah, duk belayar lama-lama. Tira tu baru masuk U. Camana setuju tak?” Aqilah menunduk malu. Aisy mak ni. Tak faham-faham.

“Setujukan aje dah buat muka gedik macam gitu.” Kak Aniqah menyampuk dari belakang. Aqil!Tak sangka pula terus pinang. Huhu. Bersediakah aku menjadi isterinya? Namun dia yakin, hatinya memang sudah dimiliki Muhammad Aqil Iman bin Muhammad Hussein. Perasaan bahagia kian menggebu mengingatkan peristiwa di hadapan toilet hari tu. Sayang Aqil!